PELALAWAN – Upaya mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat desa terus diperkuat PT Sari Lembah Subur (PT SLS) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang kesehatan.
Tidak sekadar menghadirkan layanan, program ini juga dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat agar mampu menjaga kesehatan secara mandiri.
Sejak beroperasi di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, program ini telah menjangkau ratusan hingga ribuan warga.
Fokus intervensi diarahkan pada kelompok rentan, khususnya ibu dan anak, sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas kesehatan jangka panjang.
“Salah satu fokus utama adalah pembinaan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu),” ujar Hanafi, Asisten Sustainability dan CSR PT SLS, Senin (6/4/2026)
Ia menjelaskan, sebanyak 20 Posyandu binaan tersebar di Kecamatan Pangkalan Lesung dan Kecamatan Kerumutan. Posyandu tersebut menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa.
Melalui pendekatan berkelanjutan, PT SLS menjalankan berbagai program, mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita, pendampingan imunisasi, hingga pelatihan kader Posyandu agar lebih kompeten dalam melayani masyarakat.
Dampaknya mulai dirasakan langsung oleh para kader di lapangan. Salah satu kader Posyandu di Kecamatan Kerumutan mengakui adanya peningkatan kapasitas setelah mendapatkan pembinaan.
“Sebelumnya kami masih terbatas dalam pengetahuan dan fasilitas. Setelah ada pembinaan dan pelatihan, kami jadi lebih percaya diri dalam memberikan pelayanan dan penyuluhan kepada ibu-ibu,” ujarnya.
Manfaat serupa juga dirasakan para ibu penerima program. Mereka kini lebih memahami pentingnya pemantauan gizi dan imunisasi anak.
“Alhamdulillah, anak saya sekarang lebih terpantau gizinya. Kami juga jadi lebih paham tentang pentingnya imunisasi dan makanan bergizi,” kata Sari, salah satu warga.
Sepanjang tahun 2025, program PMT menjadi salah satu intervensi yang paling signifikan. Bantuan tersebut disalurkan ke seluruh Posyandu binaan sebagai langkah konkret dalam mencegah stunting sekaligus meningkatkan asupan gizi balita.
Tidak hanya itu, PT SLS juga aktif mengedukasi masyarakat melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyuluhan remaja, serta pelatihan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA).
Di sisi lain, kontribusi perusahaan juga terlihat melalui kegiatan donor darah yang berhasil mengumpulkan 120 kantong darah dan disalurkan ke Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Riau untuk mendukung kebutuhan layanan kesehatan.
Hanafi menegaskan, program CSR kesehatan yang dikemas dalam inisiatif Astra Sehat ini ditujukan untuk menciptakan dampak berkelanjutan.
“Melalui program yang kami jalankan, kami ingin masyarakat tidak hanya menerima layanan kesehatan, tetapi juga mampu menjaga kesehatannya secara mandiri. Peran kader dan keluarga menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang sehat,” jelasnya.
Dengan melibatkan masyarakat sebagai aktor utama, PT SLS optimistis program ini akan terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.