www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Pemimpin Divisi di Garda Depan, HUT ke-60 BRK Syariah Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebanggaan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Petugasnya Tersengat Listrik saat Bekerja, DPRD Minta MyRepublic Tanggung jawab 
Senin, 10 November 2025 - 22:59:28 WIB
Sekretaris Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Amriel (kiri) minta MyRepublic tanggung jawab penuh pengobatan teknisinya yang tersetrum (foto/ist)
Sekretaris Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Amriel (kiri) minta MyRepublic tanggung jawab penuh pengobatan teknisinya yang tersetrum (foto/ist)

PEKANBARU - Muhammad Fathier Risky salah seorang petugas atau pekerja jaringan internet milik MyRepublic mengalami kecelakaan kerja gara-gara tersengat listrik saat menarik kabel jaringan internet bersama rekannya, di Jalan Siak II, Pekanbaru, Selasa (28/10/2025) yang lalu.

Pada saat itu, secara tak sengaja tangan kanannya menyentuh kabel listrik milik PLN, yang melintang di atas lokasi kerja. Seketika, tubuhnya tersengat listrik dan terlempar ke bawah. Dalam kondisi kritis, rekan-rekannya langsung melarikan ke RS Prima, untuk mendapatkan perawatan medis.

Kondisi Muhammad Fathier Risky saat ini terbaring lemas, di RS Prima Pekanbaru. Hampir seluruh tubuh remaja 20 tahun ini, dibalut perban. 

Terutama dari pinggang, dada, tangan hingga punggungnya. Sekali-sekali dia merintih kesakitan, meringis, karena luka pedih akibat sengatan listrik.

"Dari hasil pemeriksaan dokter, luka bakar anak saya sekitar 46 persen. Sudah sempat dioperasi, tapi sekarang kami kesulitan mendapatkan obat-obatan, karena perusahaan tempat anak saya kerja, tidak lagi bertanggung jawab," aku Ibu Fathier, Ruri Ria Sari, lirih, Senin (10/11/2025).

Diceritakan, anaknya bekerja di perusahaan kabel internet, PT In Neo, yang diketahui sebagai vendor My Republic. 
Sejak awal, PT In Neo sempat menjanjikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan anaknya. Namun belakangan, komunikasi dengan perusahaan, semakin sulit dilakukan.

Sehingga untuk pengobatannya saat ini hanya diberi paracetamol dan obat pereda nyeri saja. Sedangkan obat lain yang disarankan dokter, tidak bisa diberikan, karena tunggakan rumah sakit saat ini sudah mencapai Rp 23,5 juta.

Sementara BPJS Ketenagakerjaan Fathier, ternyata tidak aktif lagi. Padahal selama ini gajinya dipotong setiap bulan Rp100 ribu, untuk iuran BPJS.

"Hari Jumat besok jadwal anak saya operasi lagi. Tapi karena masalah ini, saya tak tahu harus bagaimana. Kami orang susah, suami saya hanya buruh bangunan," sebut Ruri dengan mata berkaca-kaca.

Petugas Customer Service My Republic Cabang Pekanbaru, yang ditemui di Jalan Sudirman Pekanbaru mengaku, hingga kini pihaknya tidak mengetahui perihal kejadian tersebut.

"Kami hanya mengurus pelayanan dan pemasaran. Untuk teknisi atau vendor, kami tidak bisa memberikan keterangan," kata petugas tesebut singkat.

Terpisah, Perwakilan Bagian Teknik My Republic Jakarta, Angga Wijaya saat dikonfirmasi mengaku, pihaknya sudah menindaklanjuti kasus ini, bersama vendor terkait.

Bahkan pihaknya juga sudah mengajukan komplain ke PLN, karena kabel listrik di lokasi diduga terpasang terlalu rendah.

"Kami sudah tangani korban dan berkoordinasi dengan vendor. Kabel PLN di lokasi itu tiga fasa dan terlalu rendah, seharusnya berada di ketinggian 12 meter, bukan 7 meter. Kami sudah menyampaikan keluhan ke PLN," terang Angga.

Lebih lanjut disampaikan, MyRepublic tidak bertanggung jawab langsung terhadap karyawan vendor, karena seluruh urusan ketenagakerjaan dan keselamatan kerja, menjadi tanggung jawab perusahaan mitra.

"Korban adalah petugas dari mitra kami, PT In Neo. Kami memiliki perjanjian kerja sama (PKS). Semua resiko kerja, termasuk BPJS dan keselamatan kerja, menjadi tanggung jawab pihak vendor," jelasnya.

Menanggapi insiden tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Amriel berjanji akan mengawal kasus ini, hingga korban benar-benar mendapatkan perawatan intensif. 

"Pastinya kita akan menemui korban di rumah sakit. Kita ingin dapatkan info lengkap dan korban dapat perawatan yang layak," kata Sekretaris Komisi IV DPRD Pekanbaru.

Komisi IV yang membidangi masalah ini, juga akan menjadwalkan pemanggilan perusahaan tersebut. Menurutnya, perusahaan penyedia layanan internet My Republic ini, tidak bisa melepaskan tanggung jawab atas kecelakaan kerja yang menimpa teknisinya. 

Meski perusahaan tersebut bekerjasama dengan pihak ketiga atau vendor, tanggung jawab keselamatan dan perlindungan tenaga kerja tetap berada di bawah kendali My Republic, sebagai pemberi kerja utama.

"MyRepublic (provider) mau tidak mau harus bertanggungjawab penuh atas keselamatan pekerjanya, walau mereka memiliki vendor. Yang menjadi korban hari ini adalah putra daerah Pekanbaru, dan kami akan mengawal masalah ini sampai selesai," janji Politisi senior Golkar ini lagi.

Disampaikan, segala bentuk resiko dan akibat yang timbul dari pekerjaan yang dilakukan atas nama perusahaan tetap menjadi tanggung jawab perusahaan utama.

Artinya, segala hal yang timbul akibat kejadian dalam pekerjaan itu tanggung jawab perusahaan.

"Kalau mereka tidak mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan, itu sudah termasuk pelanggaran hukum. Ini kelalaian serius perusahaan. Karena mempekerjakan orang tanpa jaminan keselamatan dan asuransi kesehatan. Apalagi pekerjaan yang tergolong berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa," paparnya.

Penulis: Mimi
Editor: Riki


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ist.Pemimpin Divisi di Garda Depan, HUT ke-60 BRK Syariah Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebanggaan
Fortuner yang ditumpangi Wakil Ketua DPRD Bengkalis terperosok ke dalam parit.(foto: mcr)Fortuner Wakil Ketua DPRD Bengkalis Masuk Parit Usai Tabrakan, Diduga Micro Sleep
Pemko Pekanbaru tambah belasan bus listrik untuk TMP.(foto: int)Pekanbaru Tambah 16 Bus Listrik dan Feeder, Transportasi Publik Makin Nyaman
Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Ahmad Tarmizi.60 Tahun Berkiprah, DPRD Riau Dorong BRK Syariah Jadi Pilihan Utama Pelaku Usaha
Prakiraan cuaca di Riau hari ini.(infografis/AI)Siaga Cuaca Ekstrem! Ini Daftar Wilayah Riau yang Berpotensi Hujan Lebat
  RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.(foto: int)Antrean Operasi Tinggi, RSUD Arifin Achmad Buka Layanan Bedah Hingga Tengah Malam
Gubernur Kepri, Anshar Ahmad kukuhkan pengurus IWKR Pekanbaru.(foto: istimewa)Halal Bihalal Pemprov Kepri di Pekanbaru Jadi Ajang Konsolidasi Perantau
Sebaran titik panas di Riau hari ini.(infografis/AI)13 Titik Panas Muncul di Riau Hari Ini, Bengkalis Masih Terbanyak
RSUD Tengku Rafian Siak.Polemik Dokter Spesialis dan Pemkab Siak Belum Usai, Soroti Keadilan Pembayaran
ilustrasi.Pemerintah Batasi BBM Subsidi, Ini Rincian Kuota Harian Kendaraan
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved