PEKANBARU - Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri (TAF) MM mengadakan kegiatan reses di Jalan Kusuma, Komplek Peputra Indah I, RW 02, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Selasa (7/4/2026) sore.
Agenda reses masa sidang kedua tahun 2025/2026 ini turut dihadiri Lurah Simpang Tiga, Ketua LPM, Ketua RT RW, dan tokoh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan sejumlah keluhan. Salah satu diantaranya kondisi kabel optik yang semrawut serta persoalan banjir yang kerap terjadi di lingkungan mereka.
Warga mengadukan banyak petugas yang memasang dan menggelar kabel di atas rumah tanpa izin dari pemilik. Kondisi ini jelas membuat warga merasa dirugikan dan tidak nyaman.
Menanggapi keluhan warga, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri SE MM mengingatkan para pelaku usaha agar tidak sembarangan dalam pemasangan jaringan. Menurutnya, pemasangan kabel harus memperhatikan estetika kota serta aturan yang berlaku agar tak membahayakan keselamatan warga.
"Tentu saya ingatkan pelaku usaha jangan sembrono. Ada estetika kota yang harus dijaga, dan penggunaan lahan milik daerah juga harus mengikuti aturan," tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah kota segera menyusun moratorium dan regulasi yang jelas terkait penataan kabel agar tidak lagi menimbulkan masalah di tengah masyarakat.
"Kita berharap pemerintah segera membuat regulasi yang jelas. Selama ini masyarakat dan pelaku usaha sama-sama menunggu aturan terkait penataan kabel yang semrawut ini," ujarnya.
Selain itu, Azwendi menilai penataan kabel tidak hanya berkaitan dengan keindahan kota, tetapi juga berdampak pada infrastruktur, lingkungan, keamanan, kenyamanan masyarakat, hingga potensi penerimaan daerah.
"Kita minta kepada Pemko ini agar segera dimoratorium dan ditertibkan, karena dampaknya luas bagi masyarakat," tambahnya.
Terkait persoalan banjir di wilayah Simpang Tiga, Azwendi menjelaskan bahwa banjir yang terjadi bukan sekadar genangan. Melainkan akibat aliran air dengan debit besar dari hulu ke hilir.
Menurutnya, aliran air tersebut sering melintasi permukiman warga, jalan, bahkan hingga masuk ke dalam rumah, meskipun sifatnya hanya sementara.
"Banjir di sini biasanya tidak lama, satu sampai dua jam sudah kering. Tapi tetap berisiko, karena airnya deras sampai menggenangi jalan dan kadang masuk ke rumah warga," sebutnya.
Untuk itu, Ketua Partai Demorkat Pekanbaru ini meminta pemerintah kota segera membangun sistem drainase yang terintegrasi dari hulu hingga hilir agar aliran air dapat tertampung dengan baik.
"Kita berharap kepada pemerintah bisa membuatkan saluran drainase yang betul-betul terintegrasi dari hulu sampai ke hilirnya agar sejak ada genangan banjir atau sejak hujan itu airnya mengalir lancar dan debit air hujan yang tinggi pun itu bisa masuk dalam parit, tidak ke jalan atau melintasi rumah warga," tutup Azwendi.