www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Harga TBS Sawit Plasma Riau Turun, Umur 9 Tahun Kini Rp3.796,85/Kg
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kabut Asap Kiriman dari Pelalawan Mulai Selimuti Pekanbaru, DPRD Minta Penanganan Cepat
Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:29:23 WIB
Kabut asap kiriman dari Pelalawan mulai selimuti Pelalawan.(ilustrasi/int)
Kabut asap kiriman dari Pelalawan mulai selimuti Pelalawan.(ilustrasi/int)

PEKANBARU - Menurunnya kualitas udara di Kota Pekanbaru hingga masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap mendorong berbagai pihak mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Selain mengurangi aktivitas di luar ruangan, warga juga diminta menggunakan masker guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan.

Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani MS SIP mengatakan, kondisi kabut asap yang terjadi saat ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah.

"Kita minta masyarakat lebih waspada terutama ketika beraktivitas di luar rumah," ujar Hamdani, Selasa (18/8/2026).

"Sebaiknya gunakan masker mengingat saat ini kualitas udara sudah mengalami penurunan akibat adanya aktivitas Karhutla dan menimbulkan kabut asap," sambungnya.

Menurut Hamdani, kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru diduga merupakan asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Provinsi Riau.

Meski demikian, ia menilai instansi terkait perlu memastikan secara langsung sumber kebakaran agar langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat.

Ia meminta pemerintah bersama aparat terkait meningkatkan pemantauan terhadap lokasi yang diduga menjadi sumber asap.

"Kita minta instansi terkait untuk melihat dan memantau betul kondisi asap ini sumber kebakarannya dimana," ucapnya.

"Kalau di Pekanbaru tentunya harus ditindak dan dilakukan penanganan secara langsung agar kondisi kebakaran tidak semakin parah," tegas politisi PKS tersebut.

Selain penanganan, Hamdani juga menyoroti pentingnya langkah pencegahan. Ia mengingatkan, kondisi lahan yang kering meningkatkan potensi terjadinya kebakaran sehingga pengawasan di kawasan rawan perlu diperkuat.

Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran lahan agar api tidak meluas.

"Potensi terjadinya kebakaran lahan sangat mudah terjadi, untuk itu harus dilakukan pengawasan ekstra di lapangan," tutur Hamdani.

"Kepada masyarakat juga kita himbau, ketika melihat adanya aktivitas kebakaran lahan segera melaporkan kepada pihak terkait agar kebakaran bisa segera ditangani dan tidak menyebar lebih luas," sambungnya.

Sejumlah kawasan di Kota Pekanbaru yang selama ini dikenal rawan terjadi kebakaran lahan antara lain Kecamatan Rumbai, Payung Sekaki dan Tenayan Raya.

Sementara itu, Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru,  Gita Dewi Siregar menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru diduga berkaitan dengan aktivitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Pelalawan.

"Berdasarkan pantauan titik panas memang terdapat hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi di wilayah Pelalawan, Kecamatan Kerumutan," kata Gita.

Ia menambahkan, pola arah angin mendukung perpindahan asap menuju Kota Pekanbaru.

"Untuk arah angin lebih dominan dari arah tenggara hingga selatan. Kondisi ini memungkinkan adanya kiriman asap dari Pelalawan yang terbawa ke Pekanbaru," jelasnya.

"Jarak pandang terendah pagi tadi sempat 500 meter, namun sudah mulai membaik menjadi 3 kilometer," tutup Gita.

Penulis: Mimi Purwanti
Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi harga TBS sawit plasma Riau turun (foto/int)Harga TBS Sawit Plasma Riau Turun, Umur 9 Tahun Kini Rp3.796,85/Kg
Ilustrasi Pekanbaru masih diselimuti kabut asap (foto/int)Pekanbaru Masih Diselimuti Kabut Asap, BPBD Pastikan Tak Ada Titik Api Baru
Ilustrasi harga TBS sawit Riau turun tajam (foto/int)Harga Sawit Riau Kembali Turun, TBS Umur 9 Tahun Dipatok Rp3.733,74/Kg
Kopi Kopan buka chapter 2 di Soekarno Hatta, bawa rasa khas pesisir Riau (foto/int)Kopi Kopan Chapter 2 Hadir di Pekanbaru, Bawa Rasa Khas Pesisir Riau
Ilustrasi BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem di Riau (foto/int)Asap Masih Selimuti Riau, BMKG Prediksi Ada Potensi Hujan Tak Merata
  Beberapa bangunan di pusat perkantoran Batu Enam yang tidak terurus (foto/afrizal)27 Tahun Rohil, Nasib Proyek Mangkrak dan Aset Terbengkalai Dipertanyakan
Rakit PETI bertuliskan “CEO Perintis” dibakar polisi di Sungai Kuantan (foto/int)Polisi Sikat PETI di Kuansing, Rakit Tambang 'CEO Perintis' Berakhir Dibakar
SMA Negeri 5 Pekanbaru besok terapkan PJJ (foto/tribunpku)Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap, Siswa SMA Dipulangkan Lebih Awal dan Besok PJJ
Ilustrasi asap makin pekat di Pekanbaru (foto/int)PM2.5 Pekanbaru Tembus 298,7 µg/m³, Kualitas Udara Sempat Berbahaya
Bupati Afni temui pejabat Kemenkeu pertanyakan DBH Migas Siak anjlok jadid Rp36 miliar (foto/int)DBH Migas Siak Anjlok Jadi Rp36 M, Bupati Afni Minta Ini ke Pejabat Kemenkeu
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved