PEKANBARU - Lonjakan harga ayam potong di Kota Pekanbaru yang kini mencapai Rp47.000 per kilogram menuai sorotan dari DPRD Kota Pekanbaru.
Komisi II meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk mengungkap penyebab kenaikan harga tersebut.
Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Zainal Arifin mengatakan, langkah investigasi diperlukan agar pemerintah memperoleh data yang akurat sebelum menyimpulkan penyebab kenaikan harga.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan apakah lonjakan harga dipicu oleh meningkatnya permintaan, terbatasnya pasokan, atau justru terdapat faktor lain yang memengaruhi rantai distribusi.
"Adanya indikasi permainan atau tidak kita tidak bisa mengandai-andai karena kita belum dapat faktanya. Namun untuk memastikan tentu pemerintah harus turun mencari tahu di mana persoalannya," kata Zainal Arifin, Senin (24/8/2026).
Politikus Partai Gerindra tersebut menilai kenaikan harga suatu komoditas pada umumnya dipengaruhi mekanisme pasar, yakni ketika permintaan meningkat sementara ketersediaan barang terbatas.
Karena itu, Disperindag diminta melakukan kajian menyeluruh terhadap kondisi produksi dan distribusi ayam potong di Pekanbaru, termasuk kemampuan peternak memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Harus dilakukan kajian apakah memang kebutuhan masyarakat tidak tercukupi oleh para peternak ayam sehingga menyebabkan kenaikan," ujarnya.
"Karena sepengetahuan kita memang hukum ekonomi seperti begitu, atau ada faktor penyebab lain yang harus ditelusuri," sambungnya.
Zainal juga menilai tidak tepat jika lonjakan harga ayam potong langsung dikaitkan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, masih banyak faktor lain yang perlu dikaji secara objektif sebelum menarik kesimpulan.
Ia menegaskan fokus utama pemerintah seharusnya mencari solusi agar harga kembali stabil, masyarakat tidak terbebani, dan pasokan tetap terjaga.
"Tidak fair kalau program MBG jadi penyebab kenaikan. MBG ini program nasional yang pro rakyat. Yang tak kalah penting itu bagaimana mencari solusi atas kenaikan ini agar masyarakat tidak terganggu dan pasokan aman terkendali," tuturnya.
"Salah satu caranya mungkin dengan menciptakan pengusaha atau peternak baru sehingga bisa memenuhi permintaan," pungkasnya.