PEKANBARU - Aidhil Nur Putra selaku Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, meminta dengan tegas agar tidak ada ruang dan akses untuk pelaku tindak kriminalitas beraksi di Kota Pekanbaru.
Permintaan ini menurut Aidhil, dibarengi dengan pengawasan yang intens oleh Aparat Penegak Hukum (APH) di sejumlah titik rawan tindak kriminalitas.
Pasalnya, tindak kriminalitas seperti jambret dan begal belakang ini semakin bringas dengan membawa senjata api (Senpi) dipemukiman masyarakat pada 29 September di Jalan Mustafa Yatim, Kelurahan Tangkerang, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.
Sebelumnya pada 24 September, aksi begal terjadi di kawasan Jalan Kaharudin Nasution, seorang mahasiswa menjadi korban tindak kejahatan.
Aidhil mendukung tindakan tegas dan terukur yang dilakukan APH untuk mengatasi tindak kejahatan yang belakangan ini mengancam keamanan dan keselamatan masyarakat Kota Pekanbaru.
"Kita akui bahwa saat ini aparat penegak hukum terus bergerak cepat dan terukur dalam melakukan penindakan kasus kejahatan yang belakangan ini meresahkan masyarakat, termasuk telah menangkap pelaku begal di kawasan Kaharudin Nasution baru-baru ini," ungkap Aidhil.
Namun, untuk memberikan rasa nyaman dan aman masyarakat dalam beraktivitas, pengawasan ekstra dan berkelanjutan harus dilakukan agar para pelaku tindak kejahatan tidak memiliki ruang gerak dalam melancarkan aksi tindak kejahatan.
"Pengawasan dan patroli dititik-titik rawan tindak kejahatan harus intens dilakukan. Ini untuk memastikan tidak ada ruang dan tempat bagi pelaku kejahatan untuk beraksi," tegas Aidhil.
Menurut Ketua Fraksi NasDem itu, pemberantasan kejahatan jalanan tidak dapat dilakukan secara parsial.
Dibutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk keterlibatan aktif masyarakat dalam melaporkan aktivitas mencurigakan agar potensi tindak kriminal dapat dicegah sejak dini.
"Kota Pekanbaru sebagai salah satu kota yang maju dan berkembang harus menjadi kota yang aman untuk semua. Masyarakat berhak beraktivitas tanpa dihantui rasa takut," ucapnya.
"Oleh karena itu, kami akan terus mendorong kebijakan yang mendukung peningkatan keamanan lingkungan bersama pemerintah dan aparat penegak hukum," sambungnya.
Aidhil juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang memancing terjadinya tindak kejahatan.
"Sebaiknya hindari aktivitas yang mencolok, seperti menggunakan handphone saat berkendara, menghindari lokasi atau jalanan yang sepi dan berbagai langkah pencegahan lainnya," pungkasnya.