PEKANBARU - Pemko Pekanbaru diminta segera memetakan dan memeriksa pohon-pohon yang berpotensi tumbang di kawasan perkotaan.
Langkah ini dinilai mendesak menyusul insiden pohon tumbang di Jalan Jenderal Sudirman akibat hujan dan angin kencang, Kamis (29/10/2026).
Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Pasla meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) tidak menunggu kejadian serupa terulang untuk melakukan penanganan.
Pemeriksaan perlu diprioritaskan terhadap pohon berukuran besar di tepi jalan, median jalan, taman kota hingga kawasan hutan kota.
Menurutnya, perubahan cuaca setelah periode kemarau panjang berpotensi meningkatkan risiko bencana akibat hujan deras dan angin kencang.
Karena itu, pemeliharaan pohon perkotaan harus menjadi bagian dari langkah mitigasi keselamatan masyarakat.
"Tahun ini kita mengenal El Nino karena memang musim panas yang berkepanjangan. Biasanya setelah itu akan muncul musim hujan yang disertai angin, petir dan semacamnya," kata Roni, Jumat (30/10/2026).
Politisi PAN tersebut menilai DLHK perlu melakukan inventarisasi kondisi pepohonan, termasuk memeriksa batang yang rapuh, akar yang tidak kuat, serta pohon yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Ia juga meminta Pemko Pekanbaru memanfaatkan periode sebelum intensitas hujan meningkat untuk melakukan pemangkasan maupun penanganan terhadap pohon yang dinilai berisiko.
"Ada beberapa titik jalan, terutama yang berkaitan dengan taman kota, hutan kota, serta pohon-pohon di pinggir jalan dan median jalan," ucap Roni.
"Ini menjadi perhatian kita bersama dengan DLHK agar bisa diselesaikan secepatnya sebelum datang musim hujan dan angin yang luar biasa," jelasnya.
Selain ancaman pohon tumbang, Roni mengingatkan Pemko Pekanbaru agar tidak mengabaikan kesiapan infrastruktur drainase.
Pembersihan parit dan saluran air perlu dipercepat untuk mengantisipasi genangan ketika hujan turun dalam durasi panjang.
Menurutnya, penanganan pohon rawan tumbang dan normalisasi saluran air semestinya dilakukan secara bersamaan. Kedua persoalan tersebut membutuhkan langkah preventif, bukan sekadar respons setelah terjadi bencana.
"Oleh karena itu, di musim panas inilah saatnya kita lebih intens menjaga dan mengantisipasinya. Karena waktunya tidak lama lagi, tentu akan datang musim hujan yang berkepanjangan," pungkasnya.