BAGANSIAPIAPI - Isu narkoba hingga kerusakan infrastruktur menjadi sorotan utama dalam kegiatan reses Anggota DPRD Rokan Hilir (Rohil) dari Fraksi PKS, Herkoni SPd I pada masa sidang I Januari–April 2026.
Pertemuan yang digelar di Taman Budaya Batu Enam, Kepenghuluan Bagan Punak Meranti, Kecamatan Bangko, Minggu (19/4/2026) ini menempatkan generasi milenial sebagai fokus utama pembahasan.
Kegiatan serap aspirasi tersebut dihadiri tokoh masyarakat, perangkat kepenghuluan, hingga kalangan pemuda.
Aspirasi yang mengemuka tidak hanya terkait ancaman narkoba, tetapi juga fenomena pergaulan bebas remaja serta kondisi jalan yang rusak parah.
Kepala Dusun Syukur menegaskan bahwa masyarakat kini menghadapi tantangan serius berupa penyalahgunaan narkoba yang menyasar generasi muda.
“Kami mengimbau generasi muda menjauhi narkoba demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menyoroti meningkatnya pergaulan bebas di kalangan remaja. Menurutnya, perlu ada langkah tegas berupa regulasi yang membatasi aktivitas negatif anak muda pada malam hari.
“Kami berharap pemerintah bersama DPRD membuat aturan yang melarang aktivitas negatif anak muda di malam hari,” tambahnya.
Selain isu sosial, infrastruktur turut menjadi perhatian. Jalan Purwodadi menuju Batu Enam disebut dalam kondisi rusak berat dan belum mendapat perbaikan.
“Akses jalan ini sangat sulit dilalui dan membahayakan warga, terutama ibu hamil yang hendak melahirkan,” kata Syukur.
Keluhan ini menjadi salah satu aspirasi prioritas yang disampaikan kepada legislatif agar segera ditindaklanjuti.
Menanggapi aspirasi masyarakat, Herkoni menjelaskan bahwa dominasi peserta dari kalangan milenial memang dirancang untuk memperkuat edukasi bahaya narkoba.
Hal ini berkaitan dengan kasus yang belakangan terjadi di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas.
“Bahaya narkoba sangat luar biasa karena bisnis gelap ini sudah bersifat internasional. Generasi muda harus dilindungi agar tidak terjerumus,” tegasnya.
Ia menambahkan, edukasi dan pembinaan menjadi strategi utama untuk mencegah generasi muda terpapar narkoba.
“Kami mengundang kaum milenial agar mendapat edukasi dan pembinaan sehingga menjauhi narkoba,” jelas Herkoni.
Herkoni menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi remaja.
“DPRD bersama pemerintah akan bersinergi dengan masyarakat, RT, dan RW untuk menciptakan kegiatan positif bagi remaja,” katanya.
Program pembinaan yang disiapkan mencakup pengajian, ibadah rutin, serta aktivitas remaja masjid sebagai wadah positif.
Kegiatan reses kemudian ditutup dengan pelantikan Pemuda Remaja Masjid Indonesia (PRMI) sebagai langkah konkret memperkuat pembinaan generasi muda di Bagan Punak Meranti.