PEKANBARU - Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau, Indra Gunawan berharap proses seleksi terbuka calon kepala sekolah SMA dan SMK dilakukan secara objektif oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Riau.
Ia mendorong disdik memastikan kepala sekolah yang menjadi kandidat mampu mempertahankan serta memiliki kompetensi dan akreditasi yang jelas.
"Harus betul-betul yang memiliki kompetensi. Pertama harus sesuai dengan profesi dan kemudian akreditasi yang jelas," jelas Eet, Jumat (30/1/2026).
Dikatakannya, DPRD juga mengingatkan proses penetepan kepala sekolah dilakukan secara profesional tanpa adanya intervensi.
Eet menegaskan bahwa anggaran pendidikan yang dialokasikan melalui APBD bersifat mandatori dan tidak berpengaruh oleh aturan pemotongan dana tranfer ke daerah (TKD).
Disdik Riau masih melakukan proses seleksi dan verifikasi data terkait calon-calon kepala sekolah SMA/SMK Negeri.
Kadisdik Riau, Erisman Yahya mengatakan, Riau mendapatkan program revitalisasi SMK/SMK dari Kemnedik RI dan ditargetkan seluruh kepala sekolah akan berstatus definitif.
"Rencana kita kan tanggal 9 Februari 2026 (pelantikan kepala sekolah), tapi itu bisa berubah tergantung proses. Tapi lebih cepat lebih baik," tutur Erisman pada Selasa (20/1/2026).