PEKANBARU - Isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Provinsi Riau kembali mencuat dan menjadi perhatian luas masyarakat. Topik ini dinilai sensitif karena beririsan langsung dengan nilai adat Melayu serta kehidupan religius yang kuat di daerah tersebut.
Perhatian publik meningkat setelah beredarnya informasi mengenai pesta komunitas waria di salah satu tempat hiburan malam, New Paragon, Kota Pekanbaru. Kejadian itu memicu reaksi keras warga hingga berujung pada aksi demonstrasi yang menuntut penutupan lokasi hiburan tersebut. Masyarakat menilai tempat itu telah memfasilitasi aktivitas yang dianggap bertentangan dengan norma sosial dan peraturan yang berlaku.
Gelombang tekanan publik pun mendorong pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk bersikap tegas. Namun, di sisi lain, pemerintah juga dihadapkan pada tanggung jawab konstitusional untuk melindungi seluruh warga negara, termasuk kelompok rentan, terutama terkait aspek kesehatan, keamanan, dan pemenuhan hak dasar.
Situasi tersebut menempatkan kebijakan pemerintah daerah pada posisi dilematis, antara penegakan norma sosial dan pendekatan kemanusiaan. Di tengah polemik itu, persoalan LGBT juga tidak terlepas dari isu kesehatan masyarakat.
Data di bidang kesehatan menunjukkan bahwa kasus HIV/AIDS serta infeksi menular seksual masih menjadi tantangan serius di Riau. Kondisi ini menuntut pengawasan dan penanganan yang lebih terukur serta berkelanjutan dari pemerintah.
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Riau, Abdullah, menilai bahwa regulasi sebenarnya telah tersedia. Namun, menurutnya, persoalan utama terletak pada lemahnya implementasi aturan dan pengawasan di lapangan.
“Regulasi itu sudah ada, tinggal penegakan dan pengawasannya yang masih sangat kurang. Pemerintah provinsi dan pemerintah kota harus bekerja lebih maksimal dalam mengawasi serta menindak pelanggaran perda dan aturan yang berlaku,” ujar Abdullah.
Ia juga menilai aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat merupakan cerminan dari lemahnya pengawasan pemerintah.
“Kalau pengawasan berjalan dengan baik, masyarakat tidak perlu turun ke jalan. Pesta waria itu terjadi karena pengawasan yang lemah dan jelas melanggar aturan. Tinggal tingkatkan pengawasan dan lakukan penindakan,” tegas anggota DPRD Riau dari daerah pemilihan Pelalawan–Siak tersebut.