PEKANBARU - Anggota DPRD Provinsi Riau, Suyadi menanggapi penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus malaria di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Suyadi mengatakan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan, menutup tempat penampungan air serta menggunakan perlindungan anti nyamuk dan juga segera memeriksakan diri ke puskesmas jika mengalami gejala demam.
"Diharapkan masyarakat dapat menjaga kebersihan, menguras bak mandi serta jika ada indikasi terkena malaria atau deman cepat bawa ke dokter jangan sampai sudah parah baru dibawa ke rumah sakit. Apalagi ini sudah ditetapkan KLB, itu luar biasa," sebutnya, Sabtu (14/2/2026).
Ia meminta Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup agar mengambil langkah cepat untuk upaya antisipasi pencegahan kasus malaria.
"Kita harap melalui dinas kesehatan, dinas lingkungan hidup dan kebersihan untuk melakukan sosialisasi dan tindakan langsung ke lapangan. Termasuk melakukan fogging di wilayah yang terdampak," jelasnya.
Wilayah di Rokan Hilir bagian pesisir sangat rawan terhadap kasus malaria seperti Panipahan, Pekaitan, Bangko Pusako dan Rimba Melintang yang merupakan tanah tadah hujan.
"Karena memang air setelah banjir itu kan dia mengendap, air yang mengendap akan menimbulkan banyak jentik-jentik nyamuk," pungkasnya.