www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Pemprov Dinilai Belum Serius Kelola Aset, Eva: Bangunnya Pakai Uang Rakyat!
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Pemprov Dinilai Belum Serius Kelola Aset, Eva: Bangunnya Pakai Uang Rakyat!
Rabu, 02 September 2026 - 15:20:09 WIB
Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Eva Yuliana (foto/int)
Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Eva Yuliana (foto/int)

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendapat sorotan tajam dari DPRD Riau terkait pengelolaan aset daerah. Pemprov dinilai belum serius menginventarisasi dan mengoptimalkan aset yang sebenarnya berpotensi menjadi sumber pendapatan untuk memperkuat APBD.

Kritik tersebut disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Eva Yuliana, setelah pihaknya memanggil Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau untuk membahas potensi aset dan pendapatan daerah.

Eva mengaku kecewa karena hingga kini pemerintah daerah dinilai belum memiliki data yang lengkap dan jelas mengenai aset-aset milik Pemprov Riau yang dapat dimanfaatkan untuk menambah pendapatan.

"Saya sudah panggil BPKAD dan Bapenda, ternyata sampai sekarang belum jelas aset pemerintah di mana saja yang bisa dimanfaatkan untuk potensi peningkatan APBD Riau di tengah kondisi defisit fiskal ini," ujar Eva, Selasa (1/9/2026).

Menurut Eva, persoalan tersebut menjadi semakin serius di tengah kondisi fiskal daerah yang membutuhkan tambahan sumber pendapatan. Ia menilai optimalisasi aset seharusnya menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan pemerintah untuk memperluas ruang fiskal.

Ia menduga masih terdapat banyak aset milik Pemprov Riau yang terbengkalai atau belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, aset tersebut dibangun maupun diperoleh menggunakan uang rakyat sehingga semestinya mampu memberikan manfaat kembali kepada masyarakat.

"Seharusnya pemerintah bekerja dengan baik mengejar potensi yang selama ini belum terkelola dengan baik, terutama aset yang banyak terbengkalai dan tidak termanfaatkan dengan baik," tegasnya.

Eva mempertanyakan sikap pemerintah yang dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, pengelolaan aset tidak boleh berhenti sebatas pencatatan administratif tanpa melihat potensi ekonomi yang dapat dihasilkan.

"Sampai kapan seperti ini? Bagaimana kita mengejar dan menggenjot APBD kita lebih besar lagi kalau pemerintah tidak serius?" ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan penertiban aset daerah yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov Riau. Terlebih, persoalan aset kerap menjadi catatan dalam pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Karena itu, Eva meminta Pemprov Riau segera melakukan pendataan dan penertiban aset secara menyeluruh. Setelah status dan administrasinya jelas, aset yang memiliki nilai ekonomi harus dikelola secara produktif agar dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

"Kita punya aset yang banyak, termasuk aset pemerintah provinsi di Batam yang sampai sekarang tidak jelas masa depannya dan pendapatan untuk daerah," ujar Eva.

Menurut Eva, persoalan aset tidak bisa terus dibiarkan karena pemerintah membutuhkan berbagai sumber pendapatan untuk memperkuat kemampuan fiskal. Ia meminta pemerintah menjadikan aset daerah sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan penerimaan, bukan sekadar menjadi beban administrasi.

Eva menegaskan Komisi III DPRD Riau akan mendorong Pemprov Riau agar lebih serius mengelola seluruh aset yang dimiliki. Baginya, aset daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena berasal dari uang rakyat.

"Jadi kami meminta pemerintah serius kelola aset ini, karena membangunnya pakai uang rakyat," tegasnya.

Sumber: tribunpekanbaru


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Eva Yuliana (foto/int)Pemprov Dinilai Belum Serius Kelola Aset, Eva: Bangunnya Pakai Uang Rakyat!
Ilustrasi kualitas udara Pelalawan masih tidak sehat (foto/tribunpku)Kualitas Udara Pangkalan Kerinci Masih Tidak Sehat, Hotspot Pelalawan Cuma 3 Titik
Ilustrasi kunjungan Wisman ke Riau Juli lalu capai 22.452 orang (foto/int)Wisman ke Riau Turun, Pemprov Tekankan Dampak Ekonomi bagi Masyarakat
Pemkab Kuansing sekolah kembali belajar normal di tengah udara tidak sehat (foto/tribunpku)Pelajar Kembali Sekolah Meski Udara Belum Sehat, Ini Alasan Pemkab Kuansing
Mahasiswa KKN UIN Suska Riau kolaborasi dengan remaja masjid dan masyarakat di Desa Pematang Obo gelar maulid nabi (foto/ist)Mahasiswa KKN UIN Suska dan Warga Kompak Semarakkan Maulid Nabi di Pematang Obo
  Ilustrasi Super Air Jet membuka lagi rute Pekanbaru-Bandung per 19 September (foto/int)Harga Tiket Tembus Rp1,6 Juta, Kini Bisa Terbang Langsung Rute Pekanbaru-Bandung
Ketua DPRD Riau, Kaderismanto menyebut proyeksi APBD bisa menembus angka Rp10 triliun (foto/int)Tren Kenaikan Pendapatan, APBD Riau 2027 Bisa Tembus Rp10 Triliun
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai bersama Project R&P Sumatera dukung mahasiswa melek energi dan lingkungan lewat Pertamina Goes to Campus (foto/ist)Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Mahasiswa Melek Energi dan Lingkungan
Mantan Caleg DPRD Pelalawan dituntut 1,5 tahun penjara dalam kasus penimbunan ribuan liter BBM (foto/klikmx)Kasus Penimbunan Ribuan Liter BBM, Mantan Caleg Pelalawan Dituntut 1,5 Tahun Penjara
Ilustrasi harga emas Antam di Pekanbaru anjlok (foto/int)Harga Emas 1 Gram Antam di Pekanbaru Anjlok Hari Ini
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved