www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Kejar PAD dan Lapangan Kerja, DPRD Riau Siapkan Aturan Baru Investasi
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kejar PAD dan Lapangan Kerja, DPRD Riau Siapkan Aturan Baru Investasi
Kamis, 05 November 2026 - 22:31:59 WIB
Anggota DPRD Riau, Abdullah.(foto: dok/halloriau.com)
Anggota DPRD Riau, Abdullah.(foto: dok/halloriau.com)

PEKANBARU - DPRD Provinsi Riau mulai membenahi landasan regulasi investasi dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penanaman Modal, Kamis (5/11/2026).

Pembahasan aturan ini diarahkan untuk mengatasi hambatan investasi sekaligus mendorong industri pengolahan sumber daya alam tumbuh di daerah.

Anggota DPRD Riau, Abdullah, ditunjuk sebagai Ketua Pansus. Ranperda yang merupakan usulan Pemprov Riau tersebut akan dikaji bersama untuk memastikan ketentuan di dalamnya tidak sekadar memberikan kemudahan administratif, tetapi juga mampu menciptakan iklim usaha yang kompetitif.

Abdullah mengatakan, salah satu fokus pembahasan adalah menyelaraskan kebijakan penanaman modal dengan agenda hilirisasi dan industrialisasi.

Menurutnya, Riau perlu lebih serius mengembangkan industri pengolahan agar kekayaan sumber daya alam tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi dari penjualan bahan mentah.

"Kami akan segera melakukan pendalaman terhadap pasal-pasal dalam Ranperda ini, termasuk bagaimana investasi bisa lebih bertumbuh, terutama dalam mendorong hilirisasi dan industrialisasi," ujar Abdullah.

Pansus juga berencana melibatkan pelaku usaha untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai hambatan yang dihadapi investor.

Masukan tersebut diperlukan agar regulasi yang disusun menjawab persoalan nyata di lapangan, bukan hanya memenuhi kebutuhan administratif pemerintahan.

Abdullah menilai, pengembangan investasi produktif dapat menjadi salah satu instrumen memperkuat ekonomi Riau, terutama ketika kemampuan fiskal pemerintah daerah menghadapi berbagai keterbatasan.

Selama ini, besarnya sumber daya alam Riau belum sepenuhnya diikuti optimalisasi industri pengolahan di dalam daerah.

Padahal, keberadaan industri hilir berpotensi menciptakan rantai ekonomi yang lebih panjang, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan aktivitas usaha dan penerimaan pajak.

"Kalau sumber daya alam yang banyak di Riau ini bisa diolah di Riau, tentu akan membuka lapangan pekerjaan," tuturnya.

"Pengangguran bisa berkurang, masyarakat mendapatkan pekerjaan dan bisa membayar pajak. Dari situ juga akan muncul sumber pendapatan baru bagi daerah," jelasnya.

Ia menambahkan, berkembangnya industri pengolahan berpeluang memperluas basis Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun, manfaat tersebut bergantung pada kemampuan pemerintah menciptakan ekosistem investasi yang menarik sekaligus memastikan kegiatan ekonomi memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat.

Dalam pembahasan tersebut, Abdullah turut menyoroti Vietnam sebagai contoh negara yang dinilai mampu menarik investor melalui kemudahan berusaha.

Ia menilai, Riau memiliki modal sumber daya alam dan peluang ekonomi yang cukup besar. Persoalannya, potensi tersebut harus didukung regulasi yang tidak berbelit serta kepastian bagi pelaku usaha.

"Kita masih mendengar keluhan bagaimana para investor ini masuk. Kita kalah dengan Vietnam. Saya pikir Riau juga bisa meniru bagaimana investasi itu bisa bertumbuh dengan kemudahan yang diberikan," pungkasnya.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Anggota DPRD Riau, Abdullah.(foto: dok/halloriau.com)Kejar PAD dan Lapangan Kerja, DPRD Riau Siapkan Aturan Baru Investasi
926 karung pupuk disita Polda Riau, delapan sampel terbukti tak sesuai label.(foto: mcr)Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu, Petani Jadi Target Penjualan 6 Bulan
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Warga Sumahilang Minta Data Penerima Bansos Diperbaiki, Azwendi Janji Turun Tangan
Kuasa Hukum WA, Rais Hasan Piliang.(foto: mimi/halloriau.com)Anggota DPRD Pekanbaru WA Bantah Telantarkan Istri, Kuasa Hukum Novita Siapkan 3 Langkah Hukum
Bapas Dumai sosialisasikan hak WBP di Lapas Bagansiapiapi.(foto: afrizal/halloriau.com)WBP Lapas Bagansiapiapi Berpeluang Ajukan PB, CMB dan CB, Ini Tahapannya
  Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius saat meninjau banjir di Pekanbaru.(foto: pgi)Masterplan Banjir Pekanbaru Direvisi, DPRD Ingatkan Jangan Berakhir Jadi Dokumen
Tiga hari pameran Pasar Modal, BEI hadirkan edukasi investasi hingga teknologi AI di CMSE 2026.(foto: istimewa)Investor Pasar Modal RI Tembus 32,7 Juta, BEI Perkuat Edukasi Investasi
Juru Bicara Abdul Wahid, Musliadi alias Cak Mus.(foto: barkah/halloriau.com)Cak Mus Bantah Akun TikTok AW Gubri Milik Abdul Wahid, Bakal Dilaporkan ke Polda Riau
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)Hotspot Sumatera 121 Titik, Riau Tersisa di Siak, Pelalawan dan Inhil
Toyota-Daihatsu kuasai pasar otomotif di Riau.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Toyota-Daihatsu Tak Tergoyahkan, Ini Mobil Terlaris di Riau Oktober 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved