PEKANBARU – Transaksi metode cashless atau non tunai kini sudah menjadi gaya hidup, terutama bagi generasi muda. Tren ini mendorong banyak bisnis menyesuaikan diri dengan pembayaran digital, termasuk Gramedia di Pekanbaru.
Seperti yang disampaikan Yosef Adityo, Corporate Support Director Gramedia saat ditemui di Pekanbaru, Senin (28/4/2025). Ia mengatakan Gramedia sudah mendukung pembayaran cashless, seperti metode pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), kartu debit, kartu kredit, transfer bank, dan e-wallet. Sehingga masyarakat bisa berbelanja di Gramedia dengan nyaman di toko.
“Untuk metode pembayaran saat ini masyarakat sudah terbiasa pakai kartu debit maupun kredit, atau pembayaran digital lainnya. Makanya sesuai perkembangan sekarang, Gramedia sudah menerima transaksi digital seperti QRIS, atau metode pembayaran e-wallet lain, sudah bisa semuanya,” kata Yosef disela re-opening Gramedia Jendral Sudirman Pekanbaru.
Ia menambahkan, saat ini pengunjung Gramedia mayoritas sudah bertransaksi menggunakan pembayaran digital. Itu tak terlepas ponsel pintar yang sangat mempermudah transaksi cashless karena menyediakan aplikasi seperti e-wallet, mobile banking, atau QRIS. Sehingga tidak perlu membawa uang tunai kemana-mana.
“Untuk di Pekanbaru, saya belum dapat datanya. Tetapi data di Jakarta itu sudah 80 persen transaksi cashless. Itu didorong budaya yang sekarang terbantu menggunakan m-banking di ponsel pintar, jadi lebih mudah. Intinya pembayaran metode cashless sudah jadi kebiasaan masyarakat,” katanya.
Apalagi Gramedia bersama mitra juga kerap memberikan promo-promo seperti diskon disetiap pembelian buku, dan keuntungan lainnya. “Dengan BRI beberapa kali kita kerja sama untuk program promosi juga,” ujarnya.
Transaksi cashless dianggap lebih mudah, dibandingkan menggunakan uang tunai.
Sehingga tak heran transaksi digital ini sudah memasuki ruang- ruang publik, termasuk di toko buku.
Seperti yang dikatakan pengunjung Gramedia, Dian yang memilih transaksi digital dalam kesehariannya. Karena menurutnya dengan transaksi digital lebih mudah dan gampang.
“Lebih mudah non tunai, seperti beli buku kadang kan harganya juga lumayan. Enggak perlu bawa uang cash banyak kemana-mana. Tinggal debit, atau tap QRIS. Lebih simple dan cepat, enggak perlu nunggu uang kembalian,” sebut Dian.
Sementara itu, Direktur Digital & Teknologi Informasi BRI, Arga M. Nugraha mengatakan, tren penggunaaan pembayaran digital sangat digemari saat ini. Sehingga pihaknya turut andil dalam membantu pemerintah untuk mewujudkan ekosistem cashless society di masyarakat.
"Kami dorong masyarakat baik karyawan, ibu rumah tangga, hingga UMKM memanfaatkan layanan digital seperti BRImo, EDC, QRIS dari BRI,” ujarnya saat ditemui di Menara BRI Pekanbaru belum lama ini.
Untuk meningkatkan minat masyarakat, BRI juga menyediakan berbagai fitur. Bukan hanya sekedar transaksi pembayaran saja, tetapi juga bisa berinvestasi lewat BRImo.
Data pengguna Super App BRImo capai 40 juta per kuartal I-2025, tumbuh 26,26% dari periode yang sama tahun lalu. Total transaksi capai Rp1.599 triliun dalam tiga bulan.
“User BRImo sangat aktif. Jadi kami melihat peluang digitalisasi ke masyarakat sangat besar. Kita akan terus pasarkan BRImo, khususnya di Pekanbaru, Riau. BRImo banyak manfaat selain transaksi, juga bisa berinvestasi. Seperti deposito, BRI Danareksa Sekuritas, juga ada fitur investasi emas," tutupnya.
Penulis: Riki