PEKANBARU – Memasuki usia ke-60 tahun, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menegaskan komitmennya dalam memperluas pemanfaatan gas bumi di Indonesia. Hingga saat ini, PGN telah menghadirkan layanan gas bumi di 74 kabupaten yang tersebar di 18 provinsi, menjadikannya tulang punggung infrastruktur gas nasional.
Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, menyampaikan bahwa PGN saat ini mengelola 95 persen dari total infrastruktur gas bumi di Indonesia, melayani lebih dari 820.000 pelanggan dari berbagai sektor seperti rumah tangga, industri, UMKM, kelistrikan, hingga transportasi.
“PGN menguasai 91 persen pangsa pasar gas bumi nasional, dengan volume distribusi mencapai 861 BBTUD dan volume transmisi sebesar 1.602 MMSCFD pada kuartal I tahun 2025,” jelas Arief dalam keterangan resmi, Jumat (16/5/2025).
Layanan PGN menjangkau wilayah dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Kalimantan Timur, dengan pemanfaatan gas bumi mulai dari bahan bakar memasak, energi pembangkit listrik, hingga bahan baku industri dan pupuk.
Infrastruktur Strategis dan Layanan Fleksibel
Dalam perayaan HUT ke-60 pada Selasa (14/5), PGN juga menyoroti berbagai aset strategis yang menopang distribusi energi nasional. Di antaranya adalah Pipa Transmisi South Sumatera – West Java (SSWJ), Pipa Arun – Belawan, Pipa Gresik – Semarang (Gresem), serta interkoneksi pipa di Jawa Tengah.
Selain gas pipa, PGN juga menyediakan layanan gas non-pipa seperti Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG) untuk menjangkau konsumen di area yang belum terhubung jaringan pipa. Volume regasifikasi LNG pada triwulan I 2025 tercatat sebesar 237 BBTUD, meningkat 39 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Peningkatan ini berkontribusi besar pada keandalan pasokan energi sektor kelistrikan dan industri,” ujar Arief.
Ekspansi ke Papua dan Inovasi Menuju NZE 2060
PGN kini tengah menyiapkan langkah ekspansi untuk mendukung pembangunan pembangkit listrik berbasis gas bumi di kawasan timur Indonesia. Melalui anak usahanya, PGN bekerja sama dengan sejumlah mitra dalam proyek gasifikasi pembangkit di empat kota di Papua: Jayapura, Nabire, Biak, dan Manokwari.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menyatakan bahwa Holding Migas Pertamina mendorong PGN untuk terus menjadi pemain utama dalam penyediaan energi bersih dan efisien.
“PGN kami dorong menjadi tulang punggung distribusi gas bumi nasional yang terkoneksi dari Sumatera Utara hingga Jawa Timur. Ini sejalan dengan cita-cita swasembada energi nasional,” ujar Iriawan saat puncak perayaan HUT PGN di Jakarta, Rabu (14/5/2025).
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menekankan pentingnya inovasi dalam menghadapi transformasi energi. Ia berharap PGN terus memberikan solusi energi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
PGN juga kini tengah mengembangkan proyek biomethane bersama konsorsium Jepang sebagai bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emissions (NZE) tahun 2060.
“Tantangan ke depan akan semakin besar, namun kami yakin PGN mampu terus beradaptasi dan menjadi penyedia energi bersih yang andal bagi Indonesia,” pungkas Arief, seperti yang dilansir dari tribunnews.(*)