JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menetapkan Batam sebagai lokasi proyek percontohan program pipanisasi gas bumi untuk rumah tangga. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah strategis mengarahkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) agar fokus pada sektor distribusi dan hilir.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyampaikan bahwa proyek di Batam akan menjadi tahap awal transformasi PGN dalam menyalurkan energi secara langsung kepada konsumen. Melalui program tersebut, jaringan pipa gas direncanakan menjangkau seluruh rumah di kawasan itu sebagai bentuk optimalisasi layanan gas negara.
“Tugas mereka adalah menyalurkan gas sampai ke rumah-rumah. Karena itu kita akan trial mulai di Batam. Batam akan kita lakukan pipanisasi ke seluruh rumah,” ujar Dony dalam acara Economic Outlook 2026 CNBC Indonesia, dikutip Rabu (11/2/2026).
Sejalan dengan itu, Danantara memutuskan agar PGN tidak lagi terlibat dalam bisnis hulu (upstream) mulai tahun ini. PGN diarahkan sepenuhnya menjadi perusahaan distribusi gas, sementara sektor hulu akan ditangani badan usaha lain dengan skema PGN sebagai pembeli (offtaker).
“Karena kita maunya PGN itu menjadi perusahaan gas negara untuk mendistribusikan gas. Dengan demikian nanti dia tidak main lagi di upstream,” tambahnya.
Program pipanisasi tersebut juga akan dikombinasikan dengan proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) yang bekerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Langkah ini ditujukan sebagai strategi jangka panjang untuk menekan impor LPG serta mengurangi beban subsidi energi nasional.
“Kita mesti berpikir long term. Kita tidak bisa lagi perusahaan BUMN berpikirnya short term,” tegas Dony.