JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menambah lebih dari 230 kilometer jaringan pipa distribusi sepanjang tahun 2025. Pengembangan infrastruktur tersebut dilakukan untuk memperkuat penyaluran gas bumi bagi sektor industri dan pembangkit listrik.
Sepanjang 2025, PGN mencatat volume niaga gas bumi sebesar 836 BBTUD. Sementara itu, volume transmisi gas bumi meningkat 4 persen menjadi 1.609 MMSCFD dibandingkan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya permintaan dari pelanggan.
Kinerja operasional PGN juga didukung oleh segmen bisnis infrastruktur LNG. Volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD, meningkat 17 persen dan berperan dalam menjaga keandalan pasokan gas bagi sektor industri dan pembangkit listrik.
Pada segmen transportasi minyak, PGN mencatat volume penyaluran sebesar 174.811 BOEPD. Peningkatan ini didorong oleh aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan pipa yang telah beroperasi.
Selain itu, PGN menjaga keandalan sistem operasi dengan tingkat availability mencapai 98,84 persen. Penguatan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kesinambungan pasokan energi bagi pelanggan.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan bahwa PGN terus mengoptimalkan portofolio bisnis gas bumi dan LNG untuk memastikan stabilitas pasokan energi.
“Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN. Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujar Fajriyah dalam siaran pers, Sabtu (7/3/2026).
Kontribusi dari anak perusahaan dan afiliasi PGN juga menunjukkan peningkatan. Volume pemrosesan LPG tercatat 117 metrik ton per hari atau naik 8 persen, sementara lifting minyak dan gas mencapai 17.519 BOEPD.
Di segmen perdagangan LNG internasional, PGN mengirim tujuh kargo LNG atau setara sekitar 59 BBTUD ke pasar global sepanjang 2025.
Dalam laporan keuangan 2025, PGN juga melakukan penyesuaian nilai aset pada entitas anak usaha di segmen hulu. Penyesuaian tersebut dipengaruhi perubahan asumsi cadangan dan dilakukan sesuai standar akuntansi serta regulasi migas yang berlaku.
Perseroan menegaskan bahwa penyesuaian tersebut bersifat non-cash, sehingga tidak berdampak pada arus kas operasional maupun keberlangsungan usaha.
Dengan langkah tersebut, laporan keuangan perusahaan dinilai lebih mencerminkan kondisi terkini sekaligus memperkuat fondasi keuangan ke depan, terutama untuk mendukung pengembangan bisnis pada segmen midstream dan downstream.
Selain memperkuat operasional, PGN juga melakukan efisiensi pengelolaan keuangan. Sepanjang 2025, beban umum dan administrasi turun 33,3 juta dolar AS atau sekitar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kontribusi laba dari entitas patungan juga meningkat menjadi 76,4 juta dolar AS. Secara keseluruhan, PGN mencatat pendapatan sebesar 3,9 miliar dolar AS pada 2025 atau tumbuh 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba operasi mencapai 519,6 juta dolar AS, laba bersih sebesar 215,4 juta dolar AS, serta EBITDA sebesar 971,2 juta dolar AS dengan arus kas operasional positif sebesar 657,1 juta dolar AS.
Fajriyah menambahkan, kinerja perusahaan didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi pada segmen midstream dan downstream, termasuk transmisi dan distribusi gas bumi, LNG, serta kontribusi anak usaha dan afiliasi.
PGN juga terus memperkuat perannya dalam mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi dan berkelanjutan.