JAKARTA - Periode Ramadan hingga Idul Fitri umumnya diiringi peningkatan aktivitas masyarakat yang berdampak pada kenaikan kebutuhan energi. Untuk memastikan pasokan tetap aman dan stabil, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyiagakan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026.
Sebagai Subholding Gas dari Pertamina, PGN memastikan kesiapan operasional jaringan distribusi gas bumi, infrastruktur, hingga layanan pelanggan di seluruh wilayah operasional selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan pembentukan Satgas RAFI merupakan langkah antisipatif untuk menjaga pasokan energi tetap optimal saat aktivitas masyarakat meningkat.
“Satgas RAFI hadir sebagai komitmen PGN dalam menyalurkan gas bumi, baik gas pipa maupun LNG, kepada seluruh pelanggan secara aman dan andal di seluruh wilayah operasional kami,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan satgas tersebut bertujuan menjaga stabilitas penyaluran gas bumi bagi berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, komersial, industri, hingga pembangkit listrik.
Dalam pelaksanaannya, Satgas RAFI memprioritaskan pengawasan jaringan distribusi dan infrastruktur gas bumi. Pemantauan dilakukan secara real-time melalui sistem supervisory control and data acquisition (SCADA).
Selain itu, PGN juga melakukan patroli berkala serta pengawasan tekanan jaringan gas untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
Pengawasan operasional turut dilakukan melalui Integrated Monitoring Center (IMOC) di kantor pusat PGN. Sistem ini memantau operasional gas bumi secara terintegrasi di seluruh wilayah layanan perusahaan.
“Tim Penanganan Gangguan disiagakan selama 24 jam untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi, termasuk melalui penguatan koordinasi lintas unit dan afiliasi Subholding Gas,” jelasnya.
Selama periode RAFI, PGN menyalurkan gas bumi kepada berbagai segmen pelanggan, mulai dari rumah tangga, pelanggan kecil, hingga sektor komersial dan industri.
Selain itu, PGN juga memasok gas ke lebih dari sembilan pembangkit listrik guna memastikan pasokan listrik tetap terjaga selama Ramadan dan Idul Fitri.
Distribusi gas tersebut didukung oleh infrastruktur yang dimiliki PGN, antara lain lebih dari 33.400 kilometer jaringan pipa gas, 13 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), tiga Mobile Regasification Unit (MRU), serta tiga terminal LNG yang tersebar di 18 provinsi dan 74 kabupaten/kota di Indonesia.
PGN juga memastikan ketersediaan bahan bakar gas (BBG) untuk sektor transportasi selama Ramadan dan Idul Fitri.
Perusahaan menyiapkan kapasitas hingga 177.750 liter setara premium (LSP) atau sekitar 8,2 BBTUD guna mendukung mobilitas masyarakat, terutama menjelang arus mudik Lebaran.