PEKANBARU – Sepanjang Ramadan 2026, PT Riau Pangan Bertuah mencatat capaian signifikan dengan menggelar 47 kali operasi pasar murah di berbagai wilayah Provinsi Riau. Langkah ini terbukti efektif dalam menjaga ketersediaan sekaligus menstabilkan harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, menyampaikan bahwa intensitas operasi pasar yang tinggi merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah untuk menjaga daya beli masyarakat selama bulan suci hingga menjelang Idulfitri.
Menurutnya, kehadiran operasi pasar di puluhan titik memberikan dampak langsung terhadap kondisi pasar. Selain memastikan stok bahan pokok tetap aman, kegiatan ini juga mampu meredam potensi lonjakan harga yang kerap terjadi saat permintaan meningkat.
Ia menjelaskan bahwa intervensi harga melalui operasi pasar turut memengaruhi psikologis pasar. Dengan adanya distribusi bahan pokok secara langsung ke masyarakat, spekulasi harga dapat ditekan sehingga konsumen merasa lebih tenang saat berbelanja.
Selama pelaksanaan operasi pasar, berbagai komoditas disediakan dalam jumlah cukup besar. Setiap kegiatan rata-rata menghadirkan 2 ton beras medium, 2 ton beras premium, serta 400 kilogram gula pasir. Selain itu, tersedia pula minyak goreng, tepung terigu, hingga aneka bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai.
Kebutuhan protein masyarakat juga turut diperhatikan, dengan penyediaan daging ayam, daging sapi, serta telur dalam jumlah yang memadai di setiap lokasi. Distribusi yang merata di 47 titik tersebut memberi akses luas bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Ade menegaskan, hasil dari program ini terlihat jelas, di mana harga bahan pokok relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan selama Ramadan. Kondisi ini membuat masyarakat dapat berbelanja dengan lebih nyaman tanpa tekanan lonjakan harga.
Ke depan, program operasi pasar murah diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara merata.