INHU - PT EMP Energi Riau mengalihkan sumber listrik di Main Gathering Station (MGS) Sei Karas dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke pasokan PT PLN (Persero), yang diresmikan pada 16 April 2026 di Desa Gudang Batu, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu.
Peresmian dihadiri Manager UP3 Rengat PT PLN (Persero) Tatok Winarko, Manager ULP Air Molek Ade Listrian, serta manajemen PT EMP Energi Riau yang dipimpin General Manager Yoyok S. Purwanto dan Area Manager Jony Ridas.
General Manager PT EMP Energi Riau Yoyok S. Purwanto mengatakan elektrifikasi ini menjadi bagian dari upaya efisiensi operasional sekaligus penurunan emisi.
“Melalui elektrifikasi Sei Karas–Pekan, kami menargetkan peningkatan efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon,” ujarnya.
Program ini diproyeksikan menurunkan biaya operasional pembangkitan listrik di MGS Sei Karas hingga 75 persen per tahun. Konsumsi bahan bakar minyak juga ditekan hingga 1,2 juta liter per tahun dengan potensi penurunan emisi sebesar 2.865 metrik ton CO₂ per tahun.
Manager UP3 Rengat PT PLN (Persero) Tatok Winarko menyatakan pihaknya mendukung kebutuhan listrik sektor industri. “PLN berkomitmen menyediakan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan,” katanya.
Elektrifikasi di MGS Sei Karas merupakan bagian dari program efisiensi berkelanjutan sejak pengelolaan Wilayah Kerja Kampar pada 25 Maret 2024. Sebelumnya, perusahaan telah melakukan elektrifikasi di Gathering Station Parum dan Binio.
Di Parum, konsumsi BBM ditekan hingga 97 persen per tahun dengan penurunan emisi 929 metrik ton CO₂. Sementara di Binio, efisiensi BBM mencapai 94 persen dengan penurunan emisi sebesar 1.497 metrik ton CO₂ per tahun. (rilis)