JAKARTA - PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) merespons maraknya layanan internet rumah berharga terjangkau yang ditawarkan mulai Rp100.000 per bulan dengan kecepatan hingga 100 Mbps. Perusahaan menegaskan tidak akan terjebak dalam perang tarif, melainkan fokus memperkuat nilai tambah layanan broadband.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyatakan strategi perusahaan saat ini diarahkan pada peningkatan kualitas layanan serta pengalaman pelanggan.
“Fokus kami bukan pada reposisi harga, tetapi memperkuat nilai tambah layanan broadband sebagai solusi internet nirkabel berkualitas, dengan fleksibilitas bagi pelanggan serta bundling layanan digital lifestyle,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Menurut Fahmi, Telkomsel telah melakukan sejumlah langkah untuk meningkatkan daya saing, di antaranya penyegaran paket harga nasional, peningkatan kecepatan di segmen entry-level, simplifikasi produk, peningkatan reliabilitas jaringan, hingga perluasan akses layanan secara bertahap. Kebijakan ini disesuaikan dengan kondisi ekonomi makro dan segmentasi pelanggan.
Ia menegaskan, strategi utama perusahaan adalah menghadirkan layanan internet rumah yang stabil, andal, mudah digunakan, serta memberikan nilai tambah sesuai kebutuhan masyarakat.
Untuk layanan berbasis serat optik, Telkomsel mengandalkan IndiHome sebagai pilihan utama. Sementara pada segmen fixed wireless access (FWA), perusahaan menawarkan beberapa alternatif.
Layanan Orbit diposisikan sebagai solusi internet nirkabel dengan fleksibilitas tinggi, dilengkapi bundling layanan digital seperti Netflix, Disney+ Hotstar, Prime Video, CATCHPLAY+, YouTube, WeTV, hingga layanan produktivitas seperti Zoom Pro.
Selain itu, Telkomsel juga menghadirkan EZnet untuk segmen yang mengutamakan keterjangkauan, baik melalui skema FWA maupun fiber, sehingga masyarakat tetap dapat mengakses internet rumah dengan biaya lebih ekonomis.
Dengan portofolio tersebut, pelanggan dapat memilih layanan sesuai kebutuhan, mulai dari koneksi fiber stabil melalui IndiHome, fleksibilitas Orbit, hingga solusi hemat melalui EZnet.
Di sisi lain, kompetisi industri semakin ketat setelah sejumlah pemain baru menghadirkan layanan internet murah. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) melalui program Internet Rakyat (IRA) telah menawarkan layanan 100 Mbps dengan tarif Rp100.000 per bulan berbasis teknologi 5G FWA di spektrum 1,4 GHz.
Surge, melalui Telemedia Komunikasi Pratama, memenangkan lelang frekuensi 1,4 GHz untuk Regional I yang meliputi Jawa, Papua, dan Maluku, dengan nilai Rp403,7 miliar yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.
Sementara itu, PT Eka Mas Republik (MyRepublic) juga meluncurkan layanan FWA bertajuk MyRepublic Air dengan harga serupa dan kecepatan hingga 100 Mbps. Perusahaan ini memenangkan lelang frekuensi untuk Regional II dan III yang mencakup Sumatra, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi.
Dengan dinamika tersebut, Telkomsel menegaskan komitmennya untuk tetap tumbuh secara berkelanjutan melalui strategi dual-track, yakni disiplin eksekusi serta penawaran layanan rumah tangga yang relevan dengan kebutuhan pelanggan.