PEKANBARU – Permintaan rumah bersubsidi di Provinsi Riau menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Kondisi ini berbeda dengan situasi secara nasional yang justru mengalami penurunan permintaan.
Ketua DPD Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Provinsi Riau, Donny Satria Putra, mengatakan realisasi rumah bersubsidi di Riau mengalami peningkatan sepanjang tahun berjalan. Ia optimistis angka tersebut masih berpeluang bertambah karena 2026 menyisakan dua bulan lagi setelah periode laporan ini.
"Kalau di Riau untuk Himperra meningkat. Dilihat dari tahun berjalan saat ini sudah ada peningkatan realisasi Himperra di Riau, masih ada dua bulan lagi untuk tahun 2026, semoga realisasinya lebih meningkat. Kalau secara nasional memang terjadi penurunan permintaan," ujar Donny, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, tingginya permintaan rumah bersubsidi tidak hanya terlihat di Kota Pekanbaru, tetapi juga di Kabupaten Kampar. Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap hunian terjangkau di Riau masih cukup besar.
Meski permintaan pasar terbilang baik, pengembang justru menghadapi tantangan dalam menyediakan rumah siap huni yang dapat segera menjalani proses akad kredit.
Donny menjelaskan, saat ini pasokan rumah siap untuk akad kredit masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasar secara optimal. Salah satu kendala utama yang dihadapi pengembang adalah ketersediaan material bangunan yang terbatas, disertai kenaikan harga.
"Sebenarnya kalau di Riau itu justru saat ini masih kekurangan suplai rumah yang ready untuk diakad kreditkan dan kendala material yang sulit dengan harga tinggi, kemarin sempat langkanya semen di pasaran," ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat persoalan sektor perumahan di Riau bukan semata-mata berkaitan dengan permintaan konsumen, melainkan juga kemampuan pengembang menyediakan unit rumah sesuai kebutuhan pasar.
"Permintaan rumah cukup baik di Riau, tetapi kendala yang terjadi saat ini adalah teknis penyediaan rumahnya, terutama di suplai material," jelas Donny.
Keterbatasan pasokan bahan bangunan dan kenaikan harga material menjadi tantangan tersendiri bagi pengembang. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kelancaran pembangunan rumah, termasuk penyediaan unit yang siap untuk proses pembiayaan dan akad kredit.
Di tengah kondisi tersebut, Himperra Riau berupaya mencari solusi untuk mengatasi persoalan kenaikan harga material bangunan. Langkah ini dinilai penting agar pengembang tetap mampu menyediakan rumah bersubsidi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Dengan pasokan material yang lebih terjamin dan harga yang terkendali, pengembang diharapkan dapat mempercepat pembangunan serta memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.
Himperra Riau berharap tren positif permintaan rumah bersubsidi dapat diikuti peningkatan realisasi pembangunan dan penyaluran kredit hingga akhir 2026.