MALANG - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di Kota Malang menuai keluhan dari sejumlah orang tua siswa. Menu kering yang dibagikan sebagai pengganti makanan saat bulan puasa dinilai belum memenuhi harapan dari sisi kelayakan dan kecukupan gizi.
Salah seorang wali murid di wilayah Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, mengungkapkan anaknya yang bersekolah di SD Negeri Purwantoro I menerima paket MBG berisi jagung rebus, telur rebus, dua butir kurma, dan keripik tempe. Ia menilai porsi tersebut minim dan tidak sebanding dengan nilai anggaran per porsi yang beredar di masyarakat.
Menurutnya, pada hari sebelumnya siswa juga menerima menu berupa sepotong pizza, tiga butir telur puyuh, dan buah pisang. Meski sekolah meminta siswa membawa wadah makanan sendiri, menu kering selama Ramadan disebut kurang diminati anak-anak.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan, menyatakan menu yang dibagikan telah mengandung unsur protein dan karbohidrat. Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Koordinator Wilayah SPPG, menu MBG selama Ramadan memang disesuaikan menjadi makanan kering agar dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa.
Slamet menambahkan, setelah Hari Raya Idulfitri, menu MBG akan kembali seperti pola sebelumnya. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan penelusuran atas keluhan yang disampaikan masyarakat.
Keluhan serupa juga disampaikan pihak sekolah. Kepala SMP Muhammadiyah 2 Malang, Supriyanto, menilai kualitas menu masih perlu ditingkatkan, terutama pada keseimbangan gizi. Ia berharap menu MBG dapat dilengkapi susu dan buah segar agar manfaat program lebih optimal bagi siswa.
Pihak sekolah, lanjutnya, belum menyampaikan komplain resmi karena program baru berjalan. Namun, ia menekankan bahwa aspek gizi harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan MBG.