JAKARTA – Kabar duka datang dari dunia pers nasional. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026) dini hari.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, almarhum mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Budi Kemuliaan pada pukul 00.05 WIB. Kabar tersebut turut dibenarkan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Atal S Depari.
“Benar, beliau meninggal dunia beberapa saat lalu,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Dalam keterangan yang beredar, disebutkan bahwa almarhum wafat akibat serangan jantung. Ucapan duka pun mengalir dari berbagai kalangan, disertai doa dan permohonan maaf atas segala khilaf semasa hidupnya.
Sebelum kabar duka ini terkonfirmasi, sejumlah rekan sejawat sempat tidak percaya. Pasalnya, almarhum masih aktif berkomunikasi hingga Jumat malam (17/4/2026).
Salah satunya disampaikan Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan (Kesra) PWI Riau, Zulmiron. Ia mengaku masih berkomunikasi melalui pesan singkat dengan almarhum usai salat Isya.
“Tadi malam masih sempat berkomunikasi soal rencana kegiatan. Beliau menjawab akan memberi informasi lanjutan. Ternyata ini kabar yang kami terima,” ungkapnya.
Jejak Karier di Dunia Pers
Sebelum menjabat Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah dikenal sebagai tokoh pers di Riau. Ia pernah memimpin PWI Provinsi Riau selama dua periode, yakni 2017–2022.
Pada periode keduanya, masa jabatan sebagai ketua tidak dijalani secara penuh karena dipercaya mengemban tugas sebagai Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat pada 2023. Ia juga sempat menjalankan peran sebagai ketua umum saat organisasi tersebut mengalami dinamika internal.
Karier jurnalistiknya dimulai dari media Riau Pos, tempat ia berkembang dari wartawan hingga menduduki posisi strategis seperti pemimpin redaksi, pemimpin umum, dan direktur.
Selain itu, almarhum juga dipercaya memimpin sejumlah unit usaha media di bawah jaringan Riau Pos di wilayah Sumatra Bagian Utara, termasuk di Sumatra Utara dan Aceh.
Zulmansyah Sekedang lahir di Aceh Tenggara pada 2 Juli 1972. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi insan pers, khususnya keluarga besar PWI dan rekan-rekan jurnalis di seluruh Indonesia.