www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Riau Punya 3,88 Juta Ha Sawit, Plt Gubri Ungkap Produksi CPO Riau 9,4 Juta Ton/Tahun
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Menhut Buka Peluang Baru, Hutan Adat dan Perhutanan Sosial Masuk Skema Perdagangan Karbon
Jumat, 10 Juli 2026 - 14:41:52 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (foto/liputan6)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (foto/liputan6)

JAKARTA – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa perdagangan karbon di sektor kehutanan kini tidak lagi hanya diperuntukkan bagi perusahaan atau pemegang konsesi. Melalui kebijakan terbaru pemerintah, masyarakat yang mengelola kawasan perhutanan sosial dan hutan adat juga dapat berpartisipasi dalam mekanisme perdagangan karbon.

"Ini juga menandakan bahwa perdagangan karbon tidak hanya untuk elite, tidak hanya untuk orang yang selama ini sudah berpunya, tetapi juga untuk orang yang ada di paling bawah di tapak," kata Raja Juli Antoni, Kamis (9/7), seperti dikutip dari Antara.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Persetujuan Menteri Kehutanan mengenai penerbitan unit karbon melalui skema Non Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (Non SPE-GRK) yang diluncurkan pada Senin (6/7/2026).

Dalam persetujuan tersebut, pemerintah memberikan izin kepada empat pemegang Persetujuan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) untuk menerbitkan unit karbon. Tiga di antaranya berasal dari PBPH konsesi, sementara satu lainnya berasal dari skema perhutanan sosial.

"Pada tanggal 6 yang lalu saya telah mengeluarkan izin terhadap empat PBPH yang mulai bisa dagang, tiga PBPH konsesi dan satu perhutanan sosial," ujar Menhut.

Menurut Raja Juli Antoni, langkah ini menjadi awal keterlibatan langsung kelompok masyarakat pengelola hutan dalam perdagangan karbon sekaligus memastikan manfaat ekonomi dari sektor tersebut dapat dirasakan lebih merata.

Pemerintah juga berencana memperluas skema perdagangan karbon ke seluruh kawasan perhutanan sosial yang saat ini mencakup sekitar 8,3 juta hektare, termasuk sekitar 1,4 juta hektare kawasan hutan adat.

"Termasuk 8,3 juta hektare perhutanan sosial kita akan bisa menikmati proses perdagangan karbon ini, termasuk 1,4 juta hektare hutan adat yang juga akan kita berdayakan bersama," ujar Raja Juli Antoni.

Ia menilai kebijakan tersebut bukan hanya membuka peluang sumber pendapatan baru bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan, tetapi juga menjadi insentif agar mereka terus menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan.

Sumber: Liputan6


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Riau Punya 3,88 Juta Hektare Sawit, SF Hariyanto Ungkap Tantangan Besar di Balik Potensi PerkebunanRiau Punya 3,88 Juta Ha Sawit, Plt Gubri Ungkap Produksi CPO Riau 9,4 Juta Ton/Tahun
Ketua Umum PD Hima Persis Pelalawan, Agung Prayoga (foto/Andy)Antrean SPBU Mengular, PD Hima Persis Pelalawan Desak Pemda dan Polres Perkuat Pengawasan SPBU
Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Faisal Islami (foto/int)Pertamina Diminta Turun Tangan Atasi Persoalan Antrean Solar
BRK Syariah memperkuat kesiapsiagaan Anambas, serahkan pompa dan tangki air untuk masyarakat (foto/ist)BRK Syariah Perkuat Kesiapsiagaan Anambas, Serahkan Pompa dan Tangki Air untuk Masyarakat
Plt Gubri SF Hariyanto minta arahan Komisi II DPR RI terkait persoalan lahan (foto/int)Persoalan 1.075 Aset Sepanjang Tol Belum Tuntas, Plt Gubri Minta Arahan Komisi II DPR RI
  Ilustrasi warga Siak terjangkit ISPA akibat Karhutla (foto/int)1.967 Warga Siak Terserang ISPA dalam 19 Hari, Dinkes Siapkan 119.500 Masker
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto (foto/int)Pesan SF Hariyanto untuk Mahasiswa Baru UMRI: Bangun Kompetensi dan Ciptakan Inovasi
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi (foto/int)70 Panel PJU di Pekanbaru Dicuri, Sejumlah Lampu Jalan Kini Padam
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho (foto/int)Tak Ada Karhutla di Pekanbaru, Wako: Asap Berasal dari Luar Riau
Ilustrasi BMKG prediksi udara Riau kabur sepanjang hari (foto/int)BMKG Prediksi Udara Riau Kabur Sepanjang Hari, Asap Berpotensi Ganggu Jarak Pandang
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved