www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
BMKG Catat 27 Hotspot Membara di Riau, Dumai Jadi Penyumbang Terbanyak
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Perdagangan Karbon Bisa Buka Lapangan Kerja Baru di Desa, Pemerintah Ungkap Potensi Besar Ekonomi Hijau
Rabu, 22 Juli 2026 - 07:00:00 WIB
Urgensi Reformasi Subsidi Energi demi Stabilitas Fiskal dan Percepatan Transisi Energi, Selasa (21/7/2026).
Urgensi Reformasi Subsidi Energi demi Stabilitas Fiskal dan Percepatan Transisi Energi, Selasa (21/7/2026).

JAKARTA – Perdagangan karbon dinilai tidak hanya berfungsi sebagai instrumen untuk menekan emisi gas rumah kaca, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pedesaan dengan hutan dan ekosistem penyerap karbon.

Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah, Fitra Faisal, mengatakan potensi ekonomi dari perdagangan karbon masih belum banyak dipahami masyarakat. Padahal, berbagai aktivitas seperti menjaga kawasan hutan, memantau area konservasi, hingga memastikan cadangan karbon tetap terpelihara dapat menciptakan peluang kerja baru.

"Kalau kita bikin misalnya ada potensi carbon trading ini, jadi sederhananya, ini orang kita bayar cuma buat nungguin pohon aja. Ngopi-ngopi sambil ngerokok, ngeliat pohon di depannya, itu aja. Dibayar UMR," ujar Fitra dalam acara Kompas.com Talk di Palmerah, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, ilustrasi tersebut menunjukkan bahwa perdagangan karbon tidak selalu identik dengan pekerjaan berteknologi tinggi atau hanya melibatkan perusahaan besar. Sebaliknya, masyarakat desa juga dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung melalui aktivitas pelestarian lingkungan.

"Potensi carbon trading ini bisa membuat masyarakat tidak lagi terpusat di kota besar, tetapi kembali ke desa dan kampung halamannya," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk "Urgensi Reformasi Subsidi Energi demi Stabilitas Fiskal dan Percepatan Transisi Energi" yang digelar Kompas.com.

Berpotensi Menekan Urbanisasi

Fitra menilai, berkembangnya perdagangan karbon juga berpotensi mengurangi laju urbanisasi. Selama ini, keterbatasan lapangan pekerjaan di pedesaan mendorong masyarakat berpindah ke kota untuk mencari penghasilan.

Apabila aktivitas menjaga hutan dan ekosistem karbon memiliki nilai ekonomi, menurutnya, masyarakat akan memiliki alasan untuk tetap tinggal dan bekerja di daerah asal.

Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan teori Lewis Dual Sector Model, yang menjelaskan perpindahan tenaga kerja dari sektor tradisional di pedesaan menuju sektor modern di perkotaan.

"Kalau misalnya kita bisa menghasilkan, lagi-lagi Asta Cita nomor enam, membangunnya dari desa. Membangunnya secara hijau dan berkesinambungan," ujarnya.

Investasi Hijau Terus Meningkat

Lebih lanjut, Fitra mengatakan peluang tersebut semakin terbuka seiring meningkatnya minat investor terhadap proyek-proyek berbasis ekonomi hijau.

Berdasarkan kajian yang pernah disusunnya saat terlibat dalam program Kerja Sama Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT), kebutuhan investasi nasional untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai Rp10.300 triliun.

Investasi tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan, pusat data ramah lingkungan, transportasi, sanitasi, sumber daya air, hingga perumahan.

Sekitar 30 persen kebutuhan investasi diperkirakan berasal dari dalam negeri, sedangkan 70 persen diharapkan berasal dari investor asing.

"Karena kita melihat dunia itu appetite investasinya adalah investasi-investasi yang berbau hijau. Dunia sudah berubah," kata Fitra.

Ia menambahkan, investasi berbasis lingkungan kini menjadi daya tarik utama bagi investor global.

"Hal-hal yang terkait dengan hijau ini sebenarnya menjadi daya tarik utama investor luar negeri," ujarnya.

Perubahan tren tersebut, lanjut Fitra, juga mulai terlihat pada kebutuhan sumber daya manusia. Bidang ekonomi sumber daya alam dan lingkungan yang sebelumnya kurang diminati kini justru memiliki prospek yang semakin besar.

"Dulu mata kuliah ekonomi sumber daya alam dan lingkungan itu selalu kita tinggalkan. Sekarang orang-orang yang dulu ngambil SDAL, sekarang itu proyeknya banyak," pungkasnya.

Sumber: Kompas


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi 27 hotspot menyala di Riau (foto/int)BMKG Catat 27 Hotspot Membara di Riau, Dumai Jadi Penyumbang Terbanyak
Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid.Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara, Pengamat: Pemerintahan Riau Tetap Aman di Bawah SF Hariyanto
TAM Hadirkan Warna Berbeda Lewat GAZOO Racing dan Keluarga Land Cruiser di GIIAS 2026, Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Takuya Yokohama (kedua kiri) bersama jajaran direksi TAM, Bansar Maduma (kedua kanan), Hiroyuki Oide (kiri), dan Satoshi Tanaka (kanan), usai Toyota GAZOO Racing Press Conference di booth Toyota, Jumat (31/7). Toyota Hadirkan Warna Berbeda di GIIAS 2026 Lewat GAZOO Racing, Land Cruiser, dan Semangat Making Ever-Better Cars
Cuaca Riau Hari Ini, Pekanbaru Berpotensi Diguyur Hujan Siang hingga Malam
Koalisi Keberlanjutan Media resmi berdiri.(foto: istimewa)20 Organisasi dan Institusi Bersatu, Koalisi Baru Ini Bidik Masa Depan Jurnalisme Indonesia
  Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) nonaktif, Suhardiman Amby.Usut Kasus Suhardiman Amby, KPK Panggil Istri, Anggota DPRD, hingga Tujuh Tenaga Ahli Bupati
BRK Syariah Cabang Bagansiapiapi terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah sejak usia dini melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar.Kolaborasi BRK Syariah dan Disdukcapil Rohil Permudah Pelajar Miliki Tabungan SimPel dan KIA
TAM Hadirkan Model-Model Terbaru Kendaraan Elektrifikasi (xEV) Toyota di GIIAS 2026, Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Takuya Yokohama (kedua kiri) dan Wakil Presiden Direktur TAM Jap Ernando Demily (kedua kanan) bersama jajaran direktur TAM lainnya, yaitu Bansar Maduma (kanan) dan Hiroyuki Oide (kiri), berfoto bersama dikelilingi jajaran kendaraan elektrifikasi (xEV) Toyota yang ditampilkan TAM di booth Toyota pada penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (29/07). 55 Tahun Toyota Ada untuk Indonesia: Dampingi Setiap Kebutuhan Pelanggan lewat Lini Baru Land Cruiser Family dan bZ4X Touring di GIIAS 2026
Pansel umumkan 28 calon pimpinan BRKS yang lolos.(ilustrasi/int)28 Nama Lolos Seleksi Administrasi Bos Baru BRKS, Ini Daftar Lengkapnya
Pemutihan pajak di Riau selama bulan Agustus 2026.(ilustrasi/int)Pemutihan Pajak Kendaraan Riau Dimulai 1 Agustus 2026, Tunggakan 5 Tahun Bisa Bayar 2 Tahun
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved