JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Magersari 2, Rembang, Jawa Tengah, setelah 105 siswa dan delapan guru SMAN 1 Rembang mengalami keluhan diare dan mual yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain menghentikan operasional, BGN juga mencopot kepala SPPG tersebut untuk menjalani pemeriksaan internal. BGN memberlakukan sanksi suspend berat selama 30 hari. Evaluasi akan dilakukan selama masa penghentian operasional tersebut.
“Untuk sementara kita sudah berlakukan suspend berat selama 30 hari ke depan. Kalau recovery dan perbaikan tidak jalan, maka tidak menutup kemungkinan kita lakukan penutupan permanen,” ujar Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana kepada detikcom, Minggu (26/9/2026).
Ketut mengatakan BGN prihatin atas kejadian tersebut. Menurutnya, upaya pencegahan telah dilakukan, tetapi masih ditemukan adanya prosedur operasional standar (SOP) yang dilanggar.
Saat ini, BGN masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan. Bersamaan dengan itu, tim BGN melakukan investigasi terhadap berbagai aspek, termasuk standar dan kelayakan dapur serta personel yang bekerja di SPPG.
“Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinkes, tim kita juga melakukan investigasi secara menyeluruh baik standar dan kelayakan dapurnya termasuk personel yang ada di dapur,” jelas Ketut.
Ketut menegaskan BGN akan mengambil tindakan terhadap SPPG yang terbukti melanggar SOP. Langkah tersebut, menurutnya, dilakukan untuk memastikan keamanan dan kesehatan penerima manfaat program MBG.
“Demi keselamatan dan kesehatan penerima manfaat, kami tidak segan untuk mengambil tindakan tegas baik terhadap operasional dapurnya maupun pelaksana di lapangan,” jelas Ketut.
105 Siswa dan 8 Guru Mengalami Keluhan
Kasus tersebut bermula setelah siswa dan guru SMAN 1 Rembang mengonsumsi menu MBG pada Kamis (24/9/2026).
Berdasarkan pendataan pihak sekolah hingga Jumat (25/9), sebanyak 105 siswa dan delapan guru dilaporkan mengalami keluhan diare dan mual. Menu yang dikonsumsi terdiri dari nasi, bakwan jagung, dan pentol bumbu Bali.
“Sebanyak 105 murid terdampak diare dan ada delapan guru. Untuk tendik tidak ada,” kata Kepala SMAN 1 Rembang Endang Sri Lestari.
Pihak sekolah kemudian melakukan pemantauan dan penanganan terhadap siswa yang mengalami keluhan. Hingga Jumat malam, 28 siswa masih dilaporkan mengalami diare dan mual, sementara siswa lainnya disebut telah membaik setelah mendapatkan penanganan.
Penyebab pasti munculnya keluhan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, hubungan antara menu MBG dan keluhan kesehatan yang dialami para siswa maupun guru masih dalam proses investigasi.