PEKANBARU - Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI mendorong optimalisasi cadangan minyak yang berada di Rokan Hulu, Riau. Berdasarkan informasi yang diterima BAKN, cadangan minyak di wilayah tersebut masih mencapai sekitar 1 miliar barel.
Potensi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan lifting minyak nasional sekaligus membantu pemerintah mencapai target di sektor energi.
Wakil Ketua BAKN DPR RI Herman Khaeron mengatakan, optimalisasi cadangan minyak tersebut harus diikuti dengan perbaikan tata kelola keuangan dan manajemen kegiatan produksi. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengelolaan cost recovery.
"Masih ada 1 miliar barrel cadangan yang ada di Rokan Hulu ini yang tentu ini bisa ditingkatkan," ujar Herman di Pekanbaru, Riau, Jumat (2/10/2026).
Herman menilai cadangan minyak yang masih tersedia di Rokan Hulu memiliki peluang untuk memberikan kontribusi terhadap pencapaian target lifting yang telah ditetapkan pemerintah.
Untuk itu, pengelolaan sumur-sumur minyak yang berada di Blok Rokan Hulu perlu dilakukan secara optimal sehingga produksi dapat terus ditingkatkan.
"Sehingga kemudian target-target lifting minyak yang menjadi target pemerintah juga bisa didukung sepenuhnya oleh sumur yang berada di blok Rokan Hulu," jelasnya.
Dalam penelaahannya, BAKN DPR RI juga masih mendalami sejumlah temuan yang berkaitan dengan cost recovery, tata kelola keuangan, serta manajemen pelaksanaan kegiatan produksi minyak di Rokan Hulu.
Herman mengatakan, pihaknya tidak hanya meminta penjelasan dari pihak terkait mengenai temuan-temuan tersebut. BAKN juga meminta bukti pendukung atau evidence sebagai bagian dari proses penelaahan.
"Oleh karena itu selain temuan-temuan yang tadi kami sampaikan dan kemudian sedang dalam tahapan jawab, kami juga meminta jawaban-jawaban berikut evidencenya," terangnya.
Menurut Herman, permintaan terhadap bukti pendukung diperlukan agar proses pengawasan dan penelaahan yang dilakukan BAKN dapat berjalan secara menyeluruh.
Pengawasan terhadap tata kelola cost recovery, kata dia, tidak semata-mata menyangkut aspek keuangan. Hal tersebut juga berkaitan dengan upaya memastikan kegiatan produksi minyak dapat mendukung target strategis pemerintah di bidang energi.
BAKN ingin memastikan pengelolaan keuangan dalam kegiatan produksi minyak di Rokan Hulu dilakukan secara transparan dan akuntabel. Pada saat yang sama, pengelolaan tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan lifting minyak nasional.
"Kami mendorong agar target-target pemerintah untuk mewujudkan swasembada energi, meningkatkan lifting tentu juga bisa tercapai," pungkas Herman.(*)