JAKARTA - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025. Emiten perkebunan kelapa sawit tersebut membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,47 triliun, meningkat 27,8 persen dibandingkan capaian Rp 1,15 triliun pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Sabtu (21/2/2026), pertumbuhan laba bersih sejalan dengan lonjakan pendapatan perseroan. Sepanjang 2025, AALI mencatatkan pendapatan Rp 28,65 triliun atau naik 31,3 persen secara tahunan dari Rp 21,82 triliun pada 2024.
Kontribusi utama pendapatan berasal dari penjualan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan produk turunannya yang mencapai Rp 25,52 triliun, meningkat 26,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, segmen inti sawit dan turunannya mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 92,6 persen menjadi Rp 3,12 triliun.
Kenaikan pendapatan turut mendorong laba bruto perseroan menjadi Rp 4,63 triliun atau tumbuh 38,6 persen secara tahunan. Laba per saham dasar juga meningkat menjadi Rp 764,65 per saham, dari sebelumnya Rp 596,22 per saham pada 2024.
Dari sisi neraca, total aset AALI pada akhir 2025 tercatat Rp 27,05 triliun, turun 6,04 persen secara tahunan. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya total liabilitas yang turun signifikan 48,3 persen menjadi Rp 2,89 triliun. Di sisi lain, total ekuitas masih mencatatkan pertumbuhan 4,13 persen menjadi Rp 24,16 triliun.
Di pasar modal, saham AALI pada perdagangan Jumat (20/2/2026) ditutup melemah 0,98 persen ke level Rp 7.575 per saham. Meski demikian, dalam sepekan terakhir saham perseroan masih mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,33 persen.