PADANG - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mengingatkan para pelaku usaha agar tidak melakukan pungutan liar (pungli) maupun praktik harga tidak transparan di destinasi wisata selama libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Imbauan ini disampaikan untuk menjaga kenyamanan wisatawan yang memadati berbagai objek wisata di Ranah Minang.
Momentum Lebaran tahun ini dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mendorong sektor pariwisata sekaligus memperkuat perputaran ekonomi daerah. Mahyeldi mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan signifikan, termasuk dari sektor penerbangan yang naik sekitar 12 persen.
Menurutnya, lonjakan wisatawan tidak terlepas dari tingginya arus perantau yang pulang kampung serta panjangnya masa libur Lebaran. Kondisi ini dinilai memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor pariwisata, kuliner, hingga jasa.
Pemerintah daerah pun meminta seluruh kepala daerah untuk memastikan kualitas destinasi wisata tetap terjaga. Aspek kebersihan, kenyamanan, dan pelayanan menjadi perhatian utama agar pengalaman wisatawan tetap positif.
Selain itu, Mahyeldi juga menegaskan agar pelaku usaha, termasuk pengelola restoran dan objek wisata, tidak menaikkan harga secara sepihak tanpa informasi yang jelas. Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pengunjung.
Ia berharap momentum peningkatan kunjungan ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat citra Sumatera Barat sebagai destinasi unggulan, tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga pada berbagai momen liburan lainnya.