SUMBAR - Penantian panjang masyarakat di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) untuk mendapatkan akses jalan yang lebih layak akhirnya mulai terbayar.
Ruas Jalan Payakumbuh-Sitangkai sepanjang 9,5 kilometer kini telah rampung dibangun dan dapat digunakan masyarakat.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Elsa Putra Friandi meninjau langsung kondisi jalan tersebut di Jorong Bulakan, Nagari Tanjuang Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Sabtu (22/8/2026).
Proyek dengan nilai sekitar Rp68 miliar itu dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lewat program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD).
Bagi warga, penyelesaian proyek bukan sekadar perubahan permukaan jalan. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam memperbaiki konektivitas sekaligus memperlancar aktivitas harian masyarakat.
"Alhamdulillah sudah selesai, sudah mulus. Masyarakat sudah bisa menikmati jalan ini," kata Andre, Minggu (23/8/2026).
Sebelum diperbaiki secara menyeluruh, kondisi jalan tersebut menjadi persoalan bagi masyarakat.
Lubang, genangan, dan permukaan jalan yang rusak membuat perjalanan semakin sulit, terutama ketika hujan turun.
Guru SD 01 Tanjuang Gadang, Mai Roza mengatakan, kerusakan jalan telah berlangsung hampir satu dekade. Upaya perbaikan sebelumnya dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan secara permanen.
"Dikatakan sudah hampir 10 tahun. Tidak ada perbaikan sebelumnya," ujarnya.
Menurut Mai, perbaikan yang dilakukan sebelumnya lebih banyak berupa penambalan pada bagian jalan yang berlubang.
Namun, kerusakan kembali terjadi setelah hujan maupun ketika jalan dilalui kendaraan dengan beban berat.
"Ada perbaikan, mungkin kalau jalannya berlubang ditampal sedikit. Besok sudah hujan lagi, berlubang lagi," katanya.
Kini, kondisi tersebut berubah setelah pemerintah melakukan pembangunan secara menyeluruh.
Andre menilai peningkatan kualitas jalan akan memberikan dampak langsung terhadap mobilitas warga sekaligus meningkatkan rasa aman pengguna jalan.
"Masyarakat sangat terbantu, arus mobilisasinya terbantu. Tidak takut lagi kecelakaan atau jatuh selama ini karena jalannya rusak, jelek, berbecek," ujar Andre.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
"Mudah-mudahan jalan ini bisa dijaga, jangan sampai rusak, sehingga masyarakat bisa menikmati lebih lama lagi," tuturnya.
Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi menjelaskan, pembangunan ruas tersebut tidak sekadar memperbaiki permukaan jalan.
Desain konstruksi juga disesuaikan dengan karakteristik tanah di kawasan tersebut yang dinilai cukup berat dan memiliki sejumlah titik rawan air.
Karena itu, pemerintah memilih konstruksi rigid pavement atau perkerasan beton.
"Memang di sini kondisi tanahnya berat. Makanya saat desain kami pilih konstruksi rigid beton, sehingga dengan beban lebih awet dan terhadap daerah-daerah yang rawan dengan air juga lebih awet," jelas Friandi.
Selain menggunakan konstruksi beton, lebar jalan juga mengalami peningkatan. Jalan yang sebelumnya hanya sekitar empat meter kini menjadi enam meter dengan ketebalan beton mencapai 30 sentimeter.
Ruas tersebut dirancang dengan standar muatan sumbu terberat (MST) sekitar delapan ton, sehingga mampu melayani kendaraan dengan beban lebih besar sesuai kondisi serta ketentuan teknis yang berlaku.
Penyelesaian Jalan Payakumbuh-Sitangkai disebut bukan menjadi akhir dari pengembangan konektivitas kawasan.
Pemerintah berencana meneruskan pembangunan menuju sejumlah ruas yang mengarah ke Batusangkar.
Andre mengatakan pekerjaan berikutnya diarahkan dari Sitangkai menuju Guguk Cino, kemudian dilanjutkan dari Guguk Cino menuju Bukit Gombak di Batusangkar.
Total pembangunan lanjutan yang direncanakan mencapai sekitar 3,3 kilometer dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp36,5 miliar.
"Insya Allah kalau lancar, November atau akhir tahun ini kita bisa memulai pekerjaan konstruksi dari Sitangkai ke Guguk Cino maupun Guguk Cino menuju Bukit Gombak di Batusangkar," ungkap Andre.
Menurut dia, pembangunan lanjutan tersebut juga didorong melalui program IJD. Setelah konektivitas menuju Batusangkar terealisasi, pemerintah menargetkan pengembangan jaringan jalan kembali berlanjut pada 2027 untuk menghubungkan Batusangkar hingga Ombilin.
"Target kita pertengahan 2027 sudah selesai," ujarnya.
Di sisi lain, BPJN Sumbar tengah melakukan proses verifikasi terhadap berbagai usulan pembangunan jalan daerah untuk program IJD 2027.
Friandi menyebut pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar telah mengajukan usulan dengan nilai total sekitar Rp500 miliar.
"Administrasinya sudah rapi, kemudian dievaluasi. Balai Jalan Nasional mengusulkan kepada Kementerian PU. Sekarang masih proses verifikasi dan finalisasi, tinggal menunggu anggarannya turun," kata Friandi.
Besaran anggaran yang nantinya direalisasikan masih menunggu proses finalisasi dan keputusan pemerintah pusat.
Rampungnya pembangunan Jalan Payakumbuh-Sitangkai mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.
Wali Nagari Tanjuang Gadang, Zamhar menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan pihak-pihak yang mendorong terealisasinya pembangunan.
"Terima kasih Pak Andre. Terima kasih Pak Presiden Prabowo atas jalannya. Dulu kami makan kabut jalan, sekarang Alhamdulillah," pungkas Zamhar.