PEKANBARU – Honda BeAT kembali menjadi sorotan di pasar otomotif roda dua nasional. Memasuki tahun 2026, Honda menghadirkan pembaruan signifikan pada skutik entry-level andalannya, mulai dari desain, mesin, hingga teknologi.
Model terbaru ini tidak lagi sekadar kendaraan ekonomis, tetapi berkembang menjadi skutik modern yang lebih canggih dan relevan dengan kebutuhan pengguna masa kini.
Salah satu perubahan utama pada Honda BeAT adalah hadirnya opsi mesin lebih besar. Selain varian 110cc yang tetap dipertahankan, kini tersedia pilihan mesin 125cc eSP+.
Mesin berkapasitas 124,9 cc dengan teknologi injeksi PGM-FI tersebut diklaim mampu menghasilkan akselerasi lebih responsif, terutama saat digunakan di tanjakan atau membawa penumpang.
Meski menawarkan tenaga lebih besar, efisiensi bahan bakar tetap menjadi keunggulan, dengan konsumsi mencapai sekitar 60 km per liter.
Dari sisi tampilan, BeAT terbaru mengalami penyegaran cukup drastis. Garis bodi tampil lebih tegas dan tajam, memberikan kesan sporty dan agresif.
Lampu depan kini telah menggunakan teknologi LED dengan desain ramping, sehingga terlihat lebih futuristik sekaligus meningkatkan visibilitas saat berkendara malam hari. Beberapa varian bahkan mengusung sentuhan retro-futuristik yang unik di kelasnya.
Meski demikian, karakter utama BeAT sebagai motor ringan dan ramping tetap dipertahankan, sehingga tetap nyaman digunakan di jalanan perkotaan yang padat.
Peningkatan signifikan juga terlihat pada sektor fitur. Honda BeAT kini dibekali teknologi konektivitas yang memungkinkan kendaraan terhubung dengan smartphone melalui sistem seperti Honda RoadSync.
Fitur ini memungkinkan pengguna mengakses notifikasi, navigasi, hingga informasi kendaraan secara praktis.
Selain itu, sejumlah fitur modern turut disematkan, antara lain:
- Smart Key System (keyless)
- Panel instrumen digital
- Power charger untuk perangkat elektronik
- Idling Stop System (ISS)
Fitur-fitur tersebut menjadikan BeAT semakin sesuai dengan gaya hidup digital masyarakat.
Meski mengalami berbagai peningkatan, efisiensi bahan bakar tetap menjadi keunggulan utama. Pada varian 110cc, konsumsi bahan bakar bahkan dapat mencapai sekitar 63 km per liter.
Efisiensi ini didukung teknologi eSP dan sistem ISS yang mampu mengurangi konsumsi bahan bakar serta emisi saat kendaraan berhenti.
Honda masih mempertahankan penggunaan rangka eSAF (enhanced Smart Architecture Frame) yang membuat bobot kendaraan tetap ringan, sekitar 87–88 kg, namun tetap kokoh.
Kombinasi tersebut memberikan handling yang lincah, terutama saat bermanuver di kemacetan. Penggunaan ban tubeless 14 inci juga meningkatkan stabilitas dan kenyamanan berkendara.
Menariknya, meski mendapat berbagai peningkatan, Honda BeAT diperkirakan tetap hadir dengan harga kompetitif, yakni di kisaran Rp18 juta hingga Rp21 juta, tergantung varian dan fitur.
Harga ini membuat BeAT tetap menjadi pilihan utama bagi pelajar, mahasiswa, hingga pekerja yang membutuhkan kendaraan praktis dan ekonomis.
Honda BeAT menunjukkan evolusi signifikan di segmen skutik entry-level. Dengan mesin lebih bertenaga, fitur digital canggih, desain modern, serta efisiensi bahan bakar yang tetap unggul, motor ini berhasil naik kelas tanpa kehilangan identitasnya.
Dengan berbagai pembaruan tersebut, Honda BeAT diprediksi akan kembali mempertahankan posisinya sebagai salah satu sepeda motor terlaris di Indonesia, sekaligus menetapkan standar baru di kelasnya.(*)