PEKANBARU — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Dumai masih terus berlangsung intensif.
Memasuki hari ketiga, aparat gabungan masih berjibaku menaklukkan api di sejumlah titik rawan.
Kapolres Dumai, AKBP Angga Febrian Herlambang, menegaskan bahwa fokus pemadaman saat ini berada di wilayah Dumai Timur dan Medang Kampai, dua kawasan yang dinilai paling terdampak.
“Ini sudah masuk hari ketiga upaya pemadaman yang kita lakukan. Sejak dua hari terakhir, kami konsentrasi di Dumai Timur dan Medang Kampai,” ujar Angga, Selasa (24/3/2026).
Menurutnya, penanganan karhutla dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga dukungan masyarakat setempat.
Tak hanya itu, pihak kepolisian juga menggandeng tim pemadam dari perusahaan sekitar untuk mempercepat proses penanggulangan.
“Kami juga melibatkan tim fire dari perusahaan-perusahaan terdekat seperti Pertamina dan lainnya agar pemadaman bisa lebih optimal,” jelasnya.
Kondisi cuaca yang mulai kering menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Api cepat menyebar di lahan gambut, sehingga membutuhkan upaya ekstra dari seluruh personel yang terlibat.
Tim gabungan terus melakukan penyekatan area terbakar serta pendinginan untuk mencegah api meluas ke wilayah lain.
Di tengah upaya teknis di lapangan, jajaran Polres Dumai bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat juga melakukan ikhtiar spiritual dengan menggelar Salat Istisqa.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Apel Polsek Dumai Timur, Jalan Utama Karya, Kelurahan Bukit Batrem, Senin (23/3/2026) pagi, berlangsung khidmat dengan diikuti berbagai elemen masyarakat.
Kapolres menyebut, Salat Istisqa menjadi bentuk permohonan kepada Tuhan agar segera diturunkan hujan di tengah kondisi alam yang kering.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat meningkatkan keimanan sekaligus mengajak masyarakat untuk terus berdoa agar kondisi alam kembali seimbang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan sinergi lintas instansi dalam menghadapi bencana karhutla.
Usai pelaksanaan Salat Istisqa, Kapolres Dumai langsung memimpin pemadaman api di kawasan sekitar stadion di Jalan Dumai.
Kehadiran pimpinan di lapangan diharapkan mampu meningkatkan semangat personel dalam mengendalikan kebakaran.
Upaya terpadu ini diharapkan dapat segera mengendalikan titik api sekaligus mencegah meluasnya karhutla yang kerap menjadi ancaman tahunan di wilayah Riau.