KAMPAR - Kemunculan vape atau rokok elektrik yang mengandung zat etomidate mulai menjadi perhatian serius aparat kepolisian di Kabupaten Kampar.
Setelah pengungkapan kasus yang melibatkan puluhan katrij vape berisi zat tersebut, Polres Kampar kini memperkuat upaya pencegahan agar penyalahgunaannya tidak meluas di tengah masyarakat, terutama kalangan remaja.
Kasus ini terungkap setelah jajaran Polsek Siak Hulu menangkap dua pria di Desa Teratak Buluh, Kecamatan Siak Hulu.
Dari tangan keduanya, polisi menyita 22 katrij vape berisi likuid yang mengandung etomidate, zat yang masuk dalam kategori narkotika golongan II.
Pengungkapan tersebut menjadi kasus pertama yang tercatat di wilayah Kampar terkait peredaran vape mengandung etomidate atau yang belakangan populer dengan sebutan "pod getar".
Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa barang tersebut tidak direncanakan untuk diedarkan di wilayah Kampar.
"Dari hasil pendalaman, pelaku berencana mengedarkannya keluar daerah (Kampar)," kata Boby, Jumat (12/6/2026).
Meski barang bukti telah ditemukan, polisi menegaskan belum menemukan indikasi adanya pengguna etomidate di Kabupaten Kampar.
Hingga kini, penyalahgunaan zat tersebut di kalangan masyarakat setempat masih belum terdeteksi.
"Sejauh ini, indikasinya tidak ada. Apalagi anak-anak. Tapi kita terus melakukan pemantauan dan pengawasan," ujarnya.
Fenomena vape mengandung etomidate saat ini menjadi perhatian aparat penegak hukum di berbagai daerah, termasuk Kampar.
Polres Kampar tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mengantisipasi masuknya peredaran dan penyalahgunaan zat tersebut.
Selain memperkuat pengawasan, kepolisian juga mempertimbangkan pelaksanaan razia sebagai bagian dari langkah preventif.
"Termasuk kemungkinan kita gelar razia," ungkap Boby.
Tidak hanya itu, materi edukasi mengenai bahaya rokok elektrik yang mengandung etomidate juga akan dimasukkan dalam program sosialisasi ke sekolah-sekolah.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kelompok remaja menjadi salah satu sasaran yang rentan terhadap penyalahgunaan produk vape yang telah dicampur zat berbahaya.
Kapolres menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya yang diketahui menggunakan rokok elektrik.
Menurutnya, vape yang mengandung etomidate sulit dibedakan secara fisik dengan vape biasa.
Perbedaannya baru dapat diketahui setelah digunakan dan menimbulkan efek tertentu bagi penggunanya.
Kondisi tersebut membuat pengawasan keluarga menjadi salah satu benteng utama untuk mencegah penyalahgunaan.
"Untuk orangtua, ini penting diingatkan. Awasi betul anaknya," tukasnya.