www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Cuaca Riau Hari Ini Cerah Berawan, Waspadai Hujan di 4 Kabupaten
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Tak Hanya Raja Juli Antoni, KPK Sebut Ada Pejabat Kemenhut Lain Diduga Terima SGD 12.500
Kamis, 06 Agustus 2026 - 07:38:00 WIB
ilustrasi: Menhut Raja Juli Antoni serahkan SK Perhutanan Sosial ke masyarakat Kuansing (foto/ultra)
ilustrasi: Menhut Raja Juli Antoni serahkan SK Perhutanan Sosial ke masyarakat Kuansing (foto/ultra)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan pejabat lain di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang menerima uang dari Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Temuan tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Bupati Kuansing nonaktif, Suhardiman Amby.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik menemukan dugaan pemberian uang sebesar 14.000 dolar Singapura (SGD) kepada Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Selain itu, penyidik juga menduga terdapat pemberian uang kepada pejabat lain di Kementerian Kehutanan senilai 12.500 dolar Singapura.

Namun demikian, KPK belum mengungkap identitas pejabat yang dimaksud.

"Di mana dugaan pemberian itu dilakukan sebelumnya, yaitu sekitar bulan Mei, sejumlah sekitar 12.500 dolar Singapura," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menurut Budi, temuan tersebut mengindikasikan bahwa dugaan pemberian uang terkait pengurusan pelepasan kawasan hutan tidak hanya terjadi dalam satu kesempatan.

Penyidik menduga pertemuan antara Suhardiman Amby dan Raja Juli Antoni tidak hanya berlangsung pada 2 Juni 2026 sebagaimana yang sebelumnya terungkap, tetapi juga telah terjadi beberapa kali sebelumnya.

"Dan pertemuan dengan Pak Menteri pada tanggal 2 Juni itu juga bukan pertemuan yang pertama, karena penyidik menduga ada pertemuan-pertemuan sebelumnya, di antaranya di bulan April dan Mei," ujarnya.

KPK juga masih mendalami proses pengembalian uang yang diduga telah dilakukan Raja Juli Antoni kepada Suhardiman Amby.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, jumlah uang yang dikembalikan disebut belum sesuai dengan nilai yang diduga diterima.

"Namun pengembaliannya sampai saat ini masih terus dilakukan pengecekan karena memang penyidik mendapati bahwa pengembaliannya belum utuh senilai 14.000 Singapore Dollar," kata Budi.

Dalam perkara ini, Suhardiman Amby telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana suap dan gratifikasi.

Selain diduga menerima suap dari Sekretaris Daerah Kuansing, Zulkarnain, Suhardiman juga diduga menerima gratifikasi yang berkaitan dengan proses pelepasan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

KPK menduga dana yang digunakan berasal dari pemotongan pendapatan para petani yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD). Sebagian dana tersebut diduga kemudian disalurkan kepada pihak di Kementerian Kehutanan untuk memperlancar proses pelepasan kawasan hutan.

Hingga kini, KPK masih terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut, termasuk menelusuri aliran dana dan dugaan penerima lainnya.

Sumber: Jawapos


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi sebagian wilayah Riau diguyur hujan (foto/int)Cuaca Riau Hari Ini Cerah Berawan, Waspadai Hujan di 4 Kabupaten
ilustrasi: Menhut Raja Juli Antoni serahkan SK Perhutanan Sosial ke masyarakat Kuansing (foto/ultra)Tak Hanya Raja Juli Antoni, KPK Sebut Ada Pejabat Kemenhut Lain Diduga Terima SGD 12.500
Suzuki XL7 Hybrid Matic.Suzuki XL7 Hybrid Jadi Primadona, Berikut Estimasi Biaya Servis Berkala Resminya
Pertumbuhan ekonomi Riau 2026.(ilustrasi/int)Riau Kukuhkan Posisi sebagai Motor Ekonomi Sumatera, Kontribusi ke PDB Nasional Capai 5,25 Persen pada Triwulan II 2026
Bupati Pelalawan, H Zukri SM MM menerima audiensi Rektor UIR, Assoc Prof Dr Admiral SH MH.(foto: andi/halloriau.com)UIR Gandeng RSUD Selasih, Bupati Zukri: Peluang Cetak Dokter Asal Pelalawan Makin Terbuka
  Ilustrasi: Helikopter Water Bombing dikerahkan untuk jinakkan api.Karhutla Riau Memanas, Helikopter Water Bombing Dikerahkan untuk Jinakkan Api di Pelalawan dan Inhu
Di Forum IMT-GT 2026, Kapolda Riau kenalkan Green Policing kepada Indonesia, Malaysia, dan Thailand.Irjen Herry Heryawan Paparkan Green Policing di Forum Internasional, Ini Pesan Pentingnya
Jembatan Rokan Kiri, Rohul dihantam banjir.(foto: int)Sempat Miring Dihantam Banjir, Jembatan Sei Rokan Kiri Rohul Kini Diperkuat Lagi
Petani di Pelalawan diserang beruang liar.(ilustrasi/int)Waspada Satwa Liar! Petani Karet di Pelalawan Diserang Beruang
Bupati Zukri dan Polda Riau perkuat ketahanan pesisir sekaligus semangat kebangsaan.(foto: andi/halloriau.com)Pantai Ogis Jadi Lokasi Aksi Hijau Polda Riau, Bupati Zukri: Investasi untuk Generasi Mendatang
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved