KAMPAR - Kepungan asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat napas warga Perumahan Zaira Permai, Jalan Yuzura, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, terasa sesak. Selama tiga hari terakhir, udara di kawasan ini kian memburuk hingga pada Senin (10/11/2025) malam, situasi dinilai warga sudah mencapai titik darurat.
Dari pantauan di lapangan, seluruh lingkungan perumahan tampak diselimuti kabut asap pekat. Bau menyengat menusuk hidung, jarak pandang hanya tersisa beberapa meter, dan sebagian warga mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Ketua RT 12, Mariana, berkeliling malam itu memastikan tidak ada warga yang masih berada di luar rumah. “Situasi malam ini sudah darurat. Saya minta semua warga masuk ke rumah untuk menghindari dampak asap,” ujarnya.
Menurut Mariana, perubahan arah angin membuat asap semakin pekat dan menyelimuti wilayah perumahan. Sejumlah warga mulai mengeluhkan batuk, sesak napas, tenggorokan perih, bahkan demam akibat paparan udara beracun. “Tadi ada warga yang keluar dari perumahan karena tak tahan lagi di dalam rumah,” tambahnya.
Ia juga mengeluhkan minimnya bantuan yang datang. Malam itu, Mariana hanya membagikan dua kotak masker bantuan dari Puskesmas Tapung. “Belum ada bantuan dari Desa Rimbo Panjang maupun Puskesmas Tambang. Padahal warga sudah tiga hari terpapar asap,” ungkapnya.
Mariana berharap Pemerintah Kabupaten Kampar dan Pemerintah Provinsi Riau segera turun tangan menambah personel pemadam serta menyediakan bantuan kesehatan bagi warga terdampak. “Kami sangat berharap Bupati, Gubernur, dan Kapolda Riau menambah personel di lapangan. Api makin mendekat ke perumahan,” katanya cemas.
Seorang warga, Idon, mengaku terpaksa mengungsikan keluarganya karena udara semakin buruk. Ia juga menyayangkan sikap kepala desa yang dinilainya tidak tanggap. “Gak ada empati kadesnya. Kami di sini begadang jaga api supaya gak sampai ke rumah, tapi dia gak peduli,” keluh Idon.
“Kami terpaksa keluar cari tempat aman karena asap makin tebal. Kami sudah tak tahan sesak napas,” sambungnya.
Di lapangan, upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari TNI, Polri, dan Manggala Agni Daops Sumatera IV Pekanbaru. Namun, jumlah personel dinilai belum sebanding dengan luas area terbakar. Api juga terus merambat mendekati permukiman warga.
Kepala Desa Rimbo Panjang, Ben Zainal, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kebakaran tidak hanya terjadi di sekitar Zaira Permai. “Titik api bukan di situ saja, di Dusun 2 juga ada,” ujarnya melalui pesan singkat.
Sementara itu, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang memastikan akan menambah personel untuk memperkuat upaya pemadaman. “Kami akan menambah kekuatan di lokasi,” katanya.
Kebakaran di Jalan Yuzura, Rimbo Panjang, diketahui sudah terjadi sejak Sabtu (8/11/2025). Lahan gambut yang terbakar berada sangat dekat dengan dua kompleks perumahan, Zaira Permai dan Marwah, dengan jarak titik api hanya sekitar 100 meter dari rumah warga. Hingga kini, api belum juga berhasil dipadamkan, sementara asap kian menyesakkan dada.
Terbaru, Wakapolda Riau Brigjen Pol Andrianto Jossy Kusumo bersama jajaran turun langsung ke lokasi pada Selasa (11/11/2025) untuk memimpin upaya pemadaman dan memastikan keselamatan warga di sekitar titik api.