KAMPAR - Kasus dugaan keracunan makanan yang melibatkan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kampar belum berhenti.
Memasuki hari keempat sejak kejadian pertama dilaporkan, jumlah siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan kembali bertambah.
Hingga Jumat (21/8/2026), total korban yang tercatat mencapai 157 orang. Angka tersebut terdiri dari 144 siswa dan guru SMK Negeri 1 Tapung Hulu serta 13 siswa SDN 008 Rimba Beringin.
Penambahan korban terjadi pada Jumat pagi. Sebanyak enam siswa SMKN 1 Tapung Hulu dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan kemudian dibawa ke Puskesmas Tapung untuk mendapatkan pemeriksaan.
Kadiskes Kampar, Zulhendra Das'at melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kampar, Elfian membenarkan adanya tambahan korban tersebut.
“Ada penambahan enam orang tadi pagi,” kata Elfian.
Keenam siswa tersebut diperbolehkan kembali ke rumah pada hari yang sama setelah menjalani pemeriksaan.
Empat siswa yang sebelumnya dibawa ke fasilitas kesehatan pada Kamis (20/8/2026) juga telah diperbolehkan pulang.
“Informasi dari Kepala Puskesmas, jam 16.30 sudah pulang semua,” ujarnya.
Penambahan korban pada hari keempat membuat perhatian terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut semakin besar.
Bukan hanya jumlah penerima yang mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga proses penelusuran mengenai makanan yang dikonsumsi para korban.
Berdasarkan investigasi Diskes Kampar yang telah disampaikan sebelumnya, keluhan pertama dari siswa SMKN 1 Tapung Hulu muncul pada Selasa (18/8/2026).
Pihak sekolah mendapati sejumlah siswa mulai mengalami mual sekitar pukul 12.34 WIB. Sekitar dua jam kemudian, sekolah melaporkan kejadian tersebut kepada Puskesmas Sukaramai, Tapung Hulu.
Keluhan yang dialami korban antara lain mual, pusing, muntah, dan diare.
Kondisi tersebut kemudian mendorong petugas kesehatan melakukan penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa sebelum gejala muncul.
Salah satu menu yang dikonsumsi para korban adalah sup ayam, yang merupakan bagian dari menu MBG di sekolah tersebut.
Menu itu dipasok melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampar Tapung Hulu Bukit Kemuning.
Meski sup ayam dari menu MBG menjadi bagian dari penelusuran, hingga Jumat belum ada hasil laboratorium yang dapat memastikan makanan tersebut sebagai penyebab gangguan kesehatan para siswa.
Sampel makanan yang dikonsumsi telah diamankan dan dikirim untuk pemeriksaan laboratorium. Hasil pengujian masih ditunggu.