KAMPAR – Abrasi akibat meningkatnya debit air mengancam rumah warga di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.
BPBD bersama Dinas PUPR Kampar memasang tanggul pasir darurat untuk mencegah pengikisan tanah meluas hingga merusak bangunan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kampar, Adi Candra Lukita mengatakan, kenaikan debit sungai kecil dipicu curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Saluran air mengalami abrasi sampai berdampak terhadap rumah warga,” ungkap Adi, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, satu rumah menjadi bangunan yang paling terdampak karena pengikisan tanah sudah mendekati bagian rumah.
Penanganan sementara dilakukan dengan memasang tanggul pasir untuk menahan abrasi agar tidak semakin parah.
“Sementara kita memasang tanggul pasir darurat agar abrasi tidak bertambah parah,” katanya.
Adi menyebut curah hujan di wilayah Kampar cenderung meningkat selama tiga hari terakhir. Sejumlah kecamatan bahkan diguyur hujan deras pada Senin (12/10/2026).
Ancaman abrasi menambah persoalan kebencanaan yang dihadapi masyarakat Kampar.
Saat hujan meningkatkan risiko pengikisan tanah di sekitar aliran air, asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti wilayah tersebut.
Kualitas udara sempat membaik setelah hujan mengguyur sejumlah kawasan. Namun, pada Selasa (13/10/2026), kondisi udara kembali memburuk hingga dilaporkan berada pada kategori berbahaya.
Pemasangan tanggul pasir menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko kerusakan rumah. Namun, efektivitas penanganan tersebut perlu dipantau, terutama jika hujan deras kembali meningkatkan debit air dan mempercepat pengikisan tanah.
Kondisi ini juga menuntut pemantauan lanjutan terhadap rumah yang terancam, termasuk kemungkinan pengamanan area dan langkah perlindungan bagi penghuni apabila abrasi terus mendekati bangunan.
Hingga informasi ini disampaikan, belum ada keterangan mengenai kebutuhan relokasi warga maupun rencana penanganan permanen untuk mencegah abrasi berulang di Desa Pulau Gadang.