JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, MBA, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Provinsi Riau di tingkat nasional.
Dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang digelar Rabu (9/7/2025), Hendry secara khusus mengangkat potensi pariwisata unggulan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dan Kabupaten Siak.
Dalam forum tersebut, Hendry menyampaikan pentingnya pemerintah pusat memanfaatkan momen viralnya event budaya Pacu Jalur 2025 yang akan digelar dalam beberapa pekan ke depan di Kuansing. Ia menilai bahwa event ini bukan hanya sekadar festival lokal, melainkan telah menjadi fenomena budaya yang bisa diangkat sebagai soft power diplomasi budaya Indonesia di mata dunia.
"Ini momentum yang sangat tepat bagi pemerintah untuk membingkai dan mengangkat citra positif budaya lokal kita. Viralitas Pacu Jalur adalah bukti bahwa kekayaan budaya daerah punya daya tarik luar biasa yang dapat meningkatkan citra dan diplomasi bangsa," ujar Hendry Munief dalam Raker tersebut.
Ia menambahkan, Pacu Jalur juga membawa efek ekonomi yang signifikan di daerah. Dari hasil diskusinya bersama Bupati Kuansing, ekonomi masyarakat setempat saat ini tengah menggeliat menjelang event berlangsung.
"Semua sedang berbenah. Sektor kuliner, ekonomi kreatif, ritel, transportasi hingga penginapan mulai menggeliat. Ada semangat kolektif dari masyarakat untuk menyukseskan Pacu Jalur tahun ini," ungkapnya.
Lebih lanjut, saat berdialog dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Hendry menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif (Ekraf) sangat berkaitan erat dengan pariwisata. Ia menyarankan agar program-program Ekraf diarahkan untuk mendukung pertumbuhan wisata berbasis budaya dan kearifan lokal, seperti yang tengah berkembang di Riau.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Hendry Munief turut menyerahkan dua undangan resmi dalam kesempatan tersebut. Pertama, undangan dari Bupati Kuansing kepada para menteri dan anggota DPR RI untuk menghadiri puncak acara Pacu Jalur 2025. Kedua, undangan dari Bupati Siak untuk melakukan kunjungan kerja terkait kesiapan daerah tersebut menuju status Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). (Rls)