KUANSING – Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) semakin memantapkan diri sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau tahun 2026.
Peluncuran logo resmi MTQ digelar di ruang multimedia Kantor Bupati Kuansing, Kamis (7/5/2026), sebagai penanda kesiapan daerah menyambut perhelatan akbar keagamaan tersebut.
Acara ini dihadiri unsur Pemprov Riau, Kantor Wilayah Kementerian Agama, LPTQ provinsi dan kabupaten/kota, serta para kepala daerah se-Riau.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Riau, H Zulkifli Syukur, yang mewakili Gubernur Riau, menilai kesiapan Kuansing menunjukkan komitmen kuat menjadi tuan rumah MTQ.
“Luar biasa antusias masyarakat terhadap MTQ ini. Baru kali ini lomba logo MTQ diikuti hingga 107 peserta. Ini menunjukkan MTQ berada di hati masyarakat, khususnya masyarakat Kuansing,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, progres persiapan telah mencapai sekitar 70 persen. MTQ diyakini akan memberikan dampak luas, mulai dari penguatan budaya Melayu hingga peningkatan ekonomi daerah.
“Kegiatan MTQ nantinya diyakini mampu mendorong pertumbuhan UMKM, pelestarian budaya Melayu, serta peningkatan ekonomi melalui kehadiran ratusan ribu pengunjung,” tambahnya.
Menurutnya, peluncuran logo menjadi tonggak penting sekaligus contoh praktik baik bagi pelaksanaan MTQ di masa mendatang.
“Launching logo hari ini sangat luar biasa, bahkan melebihi ekspektasi dan bisa menjadi studi tiru ke depan," ucapnya.
Bupati Kuansing, Suhardiman Amby menegaskan, MTQ bukan sekadar kompetisi tilawah, tetapi momentum membangun karakter masyarakat berbasis nilai keislaman dan budaya Melayu.
“Adat bersandi syara’, syara’ bersandi Kitabullah. MTQ ini menjadi momentum membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Tema resmi MTQ ke-44 Riau adalah “Aktualisasi Spirit Al-Qur’an Wujudkan Riau Bermarwah dan Hebat."
Logo MTQ yang diluncurkan memuat simbol khas Kuansing, antara lain, kubah Masjid Ar-Raudhah, mushaf Al-Qur’an dan rehal, tulisan MTQ, serta perahu jalur dengan empat gelombang air.
Elemen tersebut melambangkan persatuan, kekompakan, serta identitas budaya masyarakat Kuantan Singingi.
MTQ Riau 2026 akan menghadirkan konsep berbeda dari tahun sebelumnya. Selain pawai taaruf darat, panitia menyiapkan pawai air perahu baganduang di Sungai Kuantan sebagai atraksi budaya.
Area utama MTQ juga dirancang terpadu, mulai dari astaka utama berdiri di lahan ±1,5 hektare dan stand pameran budaya, bazar UMKM berdampingan, serta kawasan menjadi pusat kegiatan religi, budaya, dan ekonomi.
Bupati menekankan, MTQ adalah pesta bersama seluruh masyarakat Riau.
“Elok bumi dek basamo, dek basamo sagalo taraso ringan. Hadiah dan urutan bukan yang utama, yang terpenting persaudaraan dan persatuan antar kabupaten/kota se-Riau.”
Ia menambahkan, Menteri Agama RI direncanakan hadir pada pelaksanaan MTQ mendatang.