www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Tak Lekang oleh Zaman, Metro Riau Rayakan 21 Tahun dengan Semangat Baru
 
Kisah Tsa’labah bin Hathib: Saat Kekayaan Jadi Ujian Iman dan Menghancurkan Keikhlasan
Selasa, 06 Januari 2026 - 06:09:16 WIB
Kisah Tsa’labah bin Hathib.(ilustrasi/int)
Kisah Tsa’labah bin Hathib.(ilustrasi/int)

JAKARTA - Harta dalam Islam bukan sekadar nikmat, tetapi juga ujian keimanan. Jika disyukuri dan dikelola dengan benar, ia menjadi ladang pahala.

Namun jika disalahpahami, kekayaan justru dapat menjerumuskan pemiliknya pada sifat kikir dan pengingkaran janji.

Pelajaran ini tergambar jelas dalam kisah sahabat Rasulullah, Tsa’labah bin Hathib Al-Anshari.

Kisah Tsa’labah kerap dijadikan contoh klasik tentang bagaimana perubahan kondisi ekonomi dapat memengaruhi keteguhan iman seseorang.

Diceritakan dalam buku Dahsyatnya Syukur karya Prof Komaruddin Hidayat, perjalanan hidup Tsa’labah menunjukkan bahwa ujian kelapangan sering kali lebih berat daripada ujian kemiskinan.

Dari Kemiskinan Ekstrem hingga Harapan Akan Kekayaan

Pada masa awal, Tsa’labah dikenal sebagai sahabat yang taat, namun hidup dalam kemiskinan yang sangat berat.

Bahkan, pakaian yang ia gunakan untuk salat harus dipakai bergantian dengan istrinya.

Dalam kondisi tersebut, Tsa’labah beberapa kali mendatangi Rasulullah dengan satu permohonan, didoakan agar menjadi orang kaya.

Ia berjanji, jika Allah melapangkan rezekinya, kekayaan itu akan digunakan sepenuhnya untuk ibadah, zakat, infak, dan sedekah.

Setelah permintaan itu disampaikan berulang kali, Rasulullah akhirnya mendoakan Tsa’labah dan memberinya sepasang kambing untuk diternakkan.

Doa tersebut dikabulkan. Usaha ternak Tsa’labah berkembang pesat. Jumlah kambingnya terus bertambah hingga mencapai ribuan ekor, menjadikannya salah satu orang terkaya di Madinah.

Ujian Kelapangan dan Lunturya Janji

Namun, seiring bertambahnya harta, komitmen spiritual Tsa’labah justru melemah.

Ia mulai enggan menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagaimana yang pernah dijanjikannya.

Kekayaan yang seharusnya mendekatkan dirinya kepada Allah justru menjauhkan hatinya dari nilai keikhlasan.

“Sifat bakhil mulai menguasai hatinya. Ia menganggap zakat sebagai beban yang mengurangi harta, bukan kewajiban yang menyucikan kekayaan,” tulis Prof. Komaruddin Hidayat dalam bukunya.

Rasulullah bahkan beberapa kali mengutus petugas untuk mengambil zakat dari Tsa’labah.

Namun setiap kali itu pula, Tsa’labah menghindar dan menolak. Sikap inilah yang kemudian menjadi titik balik kehancurannya.

Kehancuran Harta dan Teguran Ilahi

Penolakan terhadap zakat membawa konsekuensi serius. Usaha ternak Tsa’labah perlahan mengalami kemunduran hingga akhirnya hancur.

Kekayaan yang dulu ia banggakan lenyap, meninggalkan penyesalan yang mendalam.

Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai peringatan bagi umat Islam agar tidak mengingkari janji kepada Allah setelah memperoleh kenikmatan dunia.

Allah berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 75–76:

وَمِنْهُمْ مَّنْ عٰهَدَ اللّٰهَ لَىِٕنْ اٰتٰىنَا مِنْ فَضْلِهٖ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُوْنَنَّ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ فَلَمَّآ اٰتٰىهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ بَخِلُوْا بِهٖ وَتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ

“Di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, ‘Sesungguhnya jika Dia memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan benar-benar bersedekah dan termasuk orang-orang yang saleh.’ Namun ketika Allah menganugerahkan karunia itu kepada mereka, mereka menjadi kikir dan berpaling.”*

Pelajaran Moral bagi Umat Islam

Kisah Tsa’labah menjadi refleksi penting bahwa kekayaan bukan ukuran keselamatan iman.

Justru pada saat seseorang diberi kelapangan rezeki, komitmen terhadap nilai syukur, zakat, dan kepedulian sosial diuji secara nyata.

Islam menegaskan bahwa harta hanyalah titipan. Ketika titipan itu tidak dikelola sesuai amanah, ia dapat berubah menjadi sebab kehancuran, bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga secara spiritual.

Sumber: detik.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
ist.Tak Lekang oleh Zaman, Metro Riau Rayakan 21 Tahun dengan Semangat Baru
Ist.Pemimpin Divisi di Garda Depan, HUT ke-60 BRK Syariah Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebanggaan
Fortuner yang ditumpangi Wakil Ketua DPRD Bengkalis terperosok ke dalam parit.(foto: mcr)Fortuner Wakil Ketua DPRD Bengkalis Masuk Parit Usai Tabrakan, Diduga Micro Sleep
  Manager Advokasi dan Pengembangan Jaringan Fitra Riau, Sartika Dewi (foto/ist)Ketimpangan Anggaran Riau Disorot: Rp133 M untuk Instansi Vertikal, Karhutla Cuma Rp3,6 M
RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.(foto: int)Antrean Operasi Tinggi, RSUD Arifin Achmad Buka Layanan Bedah Hingga Tengah Malam
Gubernur Kepri, Anshar Ahmad kukuhkan pengurus IWKR Pekanbaru.(foto: istimewa)Halal Bihalal Pemprov Kepri di Pekanbaru Jadi Ajang Konsolidasi Perantau
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved