PEKANBARU - Momentum Ramadan dimanfaatkan The People's Cafe untuk memperkuat identitasnya sebagai ruang makan bernuansa Nusantara.
Melalui program bertajuk Ramadan Rasa Lokal, jaringan restoran di bawah naungan ISMAYA Group ini menghadirkan lima menu berbuka yang terinspirasi dari kuliner khas berbagai daerah di Indonesia.
Program yang mulai tersedia sejak 12 Februari 2026 tersebut bukan sekadar peluncuran menu musiman, melainkan strategi menghadirkan pengalaman berbuka yang sarat memori rasa dan kedekatan emosional dengan tradisi makan masyarakat Indonesia.
President Director ISMAYA Group, Cendyarani, menegaskan bahwa Ramadan identik dengan momen pulang, bukan hanya secara fisik, tetapi juga melalui rasa.
“Ramadan selalu identik dengan kebersamaan dan momen pulang ke rasa-rasa yang kita kenal sejak lama, saat meja makan menjadi tempat berbagi cerita setelah seharian berpuasa," ujarnya.
"Melalui Ramadan Rasa Lokal, The People’s Cafe ingin menghadirkan pengalaman berbuka yang terasa dekat dengan memori dan budaya makan masyarakat Indonesia,” sambungnya.
Menurutnya, konsep ini dirancang agar setiap outlet menjadi ruang berkumpul yang hangat di berbagai kota, tempat kebersamaan, rasa, dan cerita bertemu dalam satu meja.
Rangkaian Ramadan Rasa Lokal menghadirkan hidangan yang akrab di lidah, namun dikemas dengan sentuhan modern khas The People’s Cafe.
Beberapa menu unggulan di antaranya, Ayam Pop Bukit Tinggi dengan kuah khas Minang yang ringan dan lembut dan Bebek Goreng Sambal Korek dengan perpaduan gurih dan pedas yang tegas.
Kemudian, Empal Gentong Cirebon berkuah hangat kaya rempah, Pempek Palembang sebagai menu berbagi dan Pisang Goreng Srikaya Pontianak sebagai penutup manis.
Setiap hidangan dirancang untuk menciptakan pengalaman berbuka yang hangat dan relevan, baik untuk keluarga maupun sahabat.
Tak berhenti pada sajian kuliner, The People’s Cafe juga menggelar kegiatan bertajuk 'Hajatan Warlok Ramadan' pada 25 dan 27 Februari 2026 di sejumlah kota, yakni:
- Makassar di Trans Studio Makassar (25 Februari)
- Pekanbaru di Mal Living World (25 Februari)
- Palembang di Palembang Indah Mall (27 Februari)
- Padang di Basko City Mall (27 Februari).
Acara ini menghadirkan sesi kajian bersama ustadz lokal, dilanjutkan dengan buka puasa bersama menggunakan menu Ramadan Rasa Lokal.
Sejumlah pengikut media sosial terpilih di masing-masing kota turut diundang untuk merasakan pengalaman yang lebih personal dan dekat dengan komunitas.
Konsep ini menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang promosi, tetapi juga memperkuat nilai silaturahmi dan refleksi.
Sebagai bagian dari kampanye Ramadan, The People’s Cafe menawarkan paket bundle dengan potongan harga hingga 30 persen.
Skema ini ditujukan untuk memberikan opsi berbuka yang praktis dan bernilai ekonomis tanpa mengurangi kualitas sajian.
Selain itu, pelanggan dapat memanfaatkan berbagai keuntungan melalui aplikasi Ismaya+, mulai dari diskon khusus, produk gratis, hingga pengumpulan poin yang bisa ditukar dengan voucher.
Dengan mengangkat ragam kuliner daerah sebagai tema utama, The People’s Cafe mempertegas posisinya sebagai brand yang mengusung pendekatan rasa lokal dalam format restoran modern.
Di tengah persaingan bisnis F&B saat Ramadan, diferensiasi berbasis identitas kuliner Nusantara menjadi langkah strategis untuk memperkuat loyalitas pelanggan.