ACEH – Ramadan bukan sekadar momen ibadah, tetapi juga periode ketika komunikasi digital meningkat tajam. Menyadari hal tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memastikan kualitas jaringan tetap stabil di Provinsi Aceh sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 2026.
Upaya tersebut ditunjukkan melalui kegiatan Ekspedisi Jaringan Andal #LebihBaikIndosat yang menelusuri jalur Medan hingga Aceh Tamiang pada Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk memantau langsung performa jaringan, terutama di jalur mobilitas masyarakat dan kawasan yang menjadi pusat aktivitas warga.
Pemantauan tidak hanya dilakukan di jalur utama perjalanan mudik, tetapi juga di sejumlah titik keramaian masyarakat seperti meunasah atau surau yang menjadi tempat berkumpul warga, khususnya setelah wilayah tersebut sempat terdampak banjir pada Desember tahun lalu.
Menurut EVP Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, Ramadan menjadi salah satu periode dengan lonjakan trafik data tertinggi.
“Di momen Ramadan, masyarakat sangat mengandalkan koneksi untuk menjaga silaturahmi dan menjalankan berbagai aktivitas digital. Melalui analisis trafik berbasis AI, kami dapat memantau beban jaringan secara real-time sehingga penguatan kapasitas bisa dilakukan tepat di titik yang membutuhkan,” kata Agus.
Ia menambahkan, setelah bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh, perusahaan juga melakukan pemulihan infrastruktur jaringan secara bertahap.
“Di Provinsi Aceh, kami telah berhasil memulihkan lebih dari 800 BTS yang terdampak bencana. Saat ini, 100 persen BTS Indosat di wilayah tersebut sudah kembali beroperasi,” ujarnya.
Aktivitas digital masyarakat biasanya meningkat menjelang waktu berbuka puasa hingga malam hari. Penggunaan layanan seperti video call, streaming, media sosial, hingga transaksi digital tercatat melonjak signifikan selama Ramadan.
Untuk memastikan kualitas layanan tetap optimal, Indosat melakukan sejumlah langkah strategis, antara lain, monitoring jaringan 24 jam selama Ramadan hingga Lebaran, serta penguatan kapasitas di site prioritas dan jalur mobilitas masyarakat.
Kemudian, pengerahan BTS bergerak di lokasi dengan lonjakan trafik tinggi, dan ptimalisasi jaringan menggunakan analisis data berbasis kecerdasan buatan (AI).
Strategi tersebut diterapkan agar masyarakat tetap dapat melakukan panggilan, berkirim pesan, hingga mengakses layanan digital tanpa gangguan selama bulan suci.
Selain memastikan jaringan tetap andal, Indosat juga menjalankan program sosial Surau Kita Berdaya yang menjangkau 13 rumah ibadah di berbagai wilayah Aceh, termasuk Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Pidie Jaya.
Salah satu bentuk dukungannya adalah renovasi Mushola Al-Ikhlas di Aceh Tamiang. Rumah ibadah tersebut mampu menampung sekitar 500 jamaah dan juga difungsikan sebagai tempat penampungan warga ketika terjadi bencana.
Program ini menjadi bagian dari kampanye #LebihBaikIndosat yang menitikberatkan pada penguatan komunitas melalui fasilitas ibadah dan aktivitas sosial produktif di lingkungan sekitar.
Melalui inisiatif tersebut, Indosat tidak hanya menghadirkan konektivitas digital yang stabil, tetapi juga berupaya memberi dampak sosial nyata bagi masyarakat.
Dengan kesiapan jaringan berbasis teknologi dan dukungan program komunitas, Indosat menargetkan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang, tetap terhubung, serta mempererat kebersamaan.(rilis)