PUASA Syawal merupakan salah satu amalan sunah yang dianjurkan setelah Idul Fitri. Ibadah ini memiliki keutamaan besar, yakni pahala yang setara dengan berpuasa selama satu tahun.
Hal tersebut merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub al-Ansari. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang berpuasa Ramadan kemudian melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal akan memperoleh pahala seperti berpuasa sepanjang tahun (HR Muslim).
Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Dengan demikian, puasa Syawal dapat mulai dilaksanakan pada 2 Syawal 1447 H, yakni Minggu, 22 Maret 2026.
Jadwal Awal Syawal 1447 H:
1 Syawal: 21 Maret 2026
2 Syawal: 22 Maret 2026
3 Syawal: 23 Maret 2026
4 Syawal: 24 Maret 2026
5 Syawal: 25 Maret 2026
6 Syawal: 26 Maret 2026
Puasa Syawal dilakukan selama enam hari pada bulan Syawal. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara berurutan maupun terpisah, selama masih dalam bulan yang sama.
Sejumlah ulama, termasuk Ahmad bin Hanbal, membolehkan pelaksanaan puasa secara tidak berurutan. Namun, ulama dari mazhab Syafi’i dan Hanafi menganjurkan agar puasa dilakukan secara berurutan untuk memperoleh keutamaan yang lebih utama.
Dalam praktiknya, puasa Syawal dilaksanakan seperti puasa pada umumnya, yaitu dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, diawali dengan niat didalam hati tanpa melafazkan.
Sementara itu, bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadan, dianjurkan untuk mendahulukan qadha. Pendakwah Yahya Zainul Ma'arif menjelaskan bahwa mengqadha puasa di bulan Syawal tetap berpeluang mendapatkan keutamaan puasa Syawal.
Menurutnya, dengan mendahulukan qadha, kewajiban dapat ditunaikan sekaligus berpeluang meraih pahala tambahan selama bulan Syawal.