JAKARTA - Di tengah perlombaan global mengadopsi Kecerdasan Buatan (AI) yang sering kali terasa dingin dan mekanis, lanskap digital Indonesia justru sedang diarahkan ke rute yang berbeda, AI yang berempati.
Menandai tiga dekade lebih perjalanannya di tanah air, inovasi teknologi kini tidak lagi sekadar menghitung kecepatan bandwidth, melainkan seberapa dalam teknologi tersebut mampu memahami kebutuhan dasar manusia.
Memasuki usia ke-31 tahun, PT Telkomsel menegaskan bahwa transformasi digital nasional tidak boleh kehilangan sentuhan kemanusiannya.
Langkah ini diambil di tengah posisi perusahaan yang kini bertransformasi penuh dari penyedia layanan seluler konvensional menjadi lokomotif ekosistem digital terintegrasi.
Tantangan terbesar industri teknologi hari ini adalah menjembatani jarak antara kecanggihan sistem dengan kegunaan praktis di masyarakat.
Telkomsel menjawab tantangan ini dengan mengintegrasikan AI ke dalam struktur pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan (Customer Experience Excellence).
Melalui arsitektur Autonomous Network dan asisten virtual Veronika, optimalisasi jaringan kini berjalan secara otomatis demi mencegah gangguan sebelum dirasakan oleh pengguna.
Namun, lompatan paling menarik terlihat pada sektor domestik. Berkolaborasi dengan Indonesia Artificial Intelligence (INA AI), platform MyTelkomsel kini diperkuat oleh Sacred Octagon, sebuah ekosistem pembelajaran interaktif berbasis AI yang dirancang khusus untuk menemani proses belajar keluarga modern Indonesia.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menekankan bahwa di era disrupsi ini, teknologi tanpa empati akan kehilangan relevansinya.
"Di era transformasi digital dan Artificial Intelligence (AI), pendekatan yang berpunca pada pelanggan dengan empati menjadi kunci," tutur Nugroho.
"Sehingga, setiap solusi yang kami lahirkan mampu menghadirkan kemudahan, rasa aman, dan dukungan nyata dalam keseharian pelanggan," tambahnya.
Evolusi yang dimulai dari peluncuran kartuHalo pada 1995 dan simPATI pada 1997, kini telah menjelma menjadi mesin pertumbuhan ekonomi makro.
Berdasarkan riset sosio-ekonomi independen yang dilakukan oleh PT LAPI ITB untuk periode 2024-2025, dampak finansial dan sosial perusahaan terhadap kas negara terpotret sangat signifikan.
Didukung jaringan 5G yang menjangkau lebih dari 107 kota/kabupaten dengan lebih dari 6.380 BTS 5G, termasuk 5G contiguous di 36 kota/kabupaten.
Telkomsel juga berkontribusi sebesar Rp36,972 triliun melalui PNBP spektrum, BHP USO & Jastel, pajak, serta dividen.
Ketika bencana hidrometeorologi melanda wilayah Sumatra pada penghujung tahun 2025, pemulihan jalur komunikasi dilakukan melalui percepatan penanganan taktis di lapangan.
Komitmen ini berjalan paralel dengan penggelaran jaringan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) guna memastikan keadilan akses digital bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ekspansi teknologi sering kali dituding sebagai pemicu pembengkakan jejak karbon. Mengantisipasi hal tersebut, emisi karbon ditekan lewat pengoperasian lebih dari 360 Green BTS yang memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT).
Di sisi lain, sirkularitas ekonomi diwujudkan lewat program daur ulang (reuse dan recycle) limbah elektronik korporasi.
Dari sisi performa jaringan, implementasi 5G contiguous (frekuensi yang berdampingan) kini telah aktif di 36 kota dari total 107 kota yang telah terjangkau teknologi generasi kelima ini.
Pengakuan atas kualitas infrastruktur ini pun divalidasi oleh berbagai lembaga uji global seperti Ookla Speedtest Awards, Opensignal, hingga GSMA Global Mobile (GLOMO) Awards.
Nugroho menambahkan, seluruh pencapaian, penghargaan, serta profitabilitas ini dikembalikan lagi manfaatnya kepada ekosistem digital dalam negeri, salah satunya lewat inkubasi startup melalui program NextDev.
"Memasuki usia ke-31, kami ingin Telkomsel semakin matang dan terus memperkuat peran dalam mendukung kemajuan Indonesia," ucap Nugroho.
"Melalui inovasi dan semangat Melayani Sepenuh Hati, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelanggan agar dapat menjalani hari ini dengan lebih baik dan menyongsong masa depan yang lebih gemilang," pungkasnya.
Sebagai bentuk apresiasi langsung kepada basis pengguna yang menjadi motor utama pertumbuhan ini, sebuah program taktis bertajuk "Surprise Deal" diluncurkan khusus pada periode 26–28 Mei 2026.
Pelanggan dapat mengakses paket kuota khusus mulai dari opsi 31 GB seharga Rp31 ribu hingga paket interkoneksi sebesar 500 GB melaui aplikasi MyTelkomsel maupun kanal resmi tautan tsel.id/surprise.(rilis)