PEKANBARU – Peran ayah dalam keluarga ternyata memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap tumbuh kembang anak.
Bahkan, keberhasilan pola asuh atau parenting tidak hanya bertumpu pada sosok ibu, melainkan sangat ditentukan oleh keterlibatan ayah dalam kehidupan anak sehari-hari.
Hal tersebut diungkapkan Psikolog Klinis Kinnera Pekanbaru, Siti Mutiara Susetiowati MPsi Psikolog, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Honda PCX 160 Bikers Playland 2026 yang diselenggarakan PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau di lantai 4 Dealer Capella Honda 88 Pekanbaru, Sabtu (20/6/2026).
Dalam pemaparannya, Siti menyoroti fenomena fatherless yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia.
Berdasarkan data yang disampaikan, Indonesia menempati posisi ketiga tertinggi di dunia dalam kasus fatherless, dengan sekitar 25,8 persen anak atau satu dari empat keluarga mengalami minimnya peran ayah dalam proses pengasuhan.
Sementara itu, di Provinsi Riau, angka anak yang berada dalam kondisi fatherless mencapai sekitar 21 persen.
“Figur ayah memiliki peran yang sangat penting dalam parenting. Bahkan kunci parenting itu sebenarnya ada pada ayah, bukan hanya pada ibu,” ujar Siti.
Ia menjelaskan, fatherless bukan sekadar ketidakhadiran ayah secara fisik, tetapi juga mencakup kurangnya keterlibatan emosional dalam proses tumbuh kembang anak.
“Fatherless merupakan kondisi ketika peran ayah tidak hadir secara utuh, baik secara fisik maupun emosional dalam kehidupan anak,” jelasnya.
Menurut Siti, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan fenomena tersebut terus terjadi. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman ayah mengenai pentingnya keterlibatan dalam pengasuhan anak.
“Penyebab fatherless bisa karena ayah kurang tahu, tidak mau berperan dalam perkembangan anak, atau belum terbiasa terlibat aktif dalam pengasuhan,” katanya.
Selain itu, tekanan pekerjaan yang menyita waktu di luar rumah, budaya patriarki yang masih kuat, hingga minimnya teladan dari generasi sebelumnya turut menjadi faktor pemicu.
“Tidak sedikit ayah yang tumbuh dalam keluarga yang juga mengalami fatherless, sehingga mereka tidak memiliki role model yang tepat dalam menjalankan peran sebagai ayah,” tambahnya.
Melalui kegiatan Honda PCX 160 Bikers Playland 2026, edukasi mengenai pentingnya peran ayah dalam keluarga mendapat perhatian besar dari para peserta.
Sejumlah bikers member Honda PCX Club Indonesia (HPCI) Chapter Pekanbaru hadir bersama anak-anak mereka dan mengikuti sesi diskusi dengan antusias.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpul komunitas pecinta sepeda motor, tetapi juga menghadirkan ruang edukasi keluarga yang relevan dengan tantangan pengasuhan anak di era modern.
Dengan meningkatnya kesadaran para ayah untuk terlibat aktif dalam kehidupan anak, diharapkan angka fatherless dapat ditekan sehingga tercipta generasi yang lebih sehat secara emosional, percaya diri, dan memiliki fondasi karakter yang kuat.