MERANTI - Festival Perang Air Selatpanjang kembali menjadi magnet wisata budaya di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Tahun ini, agenda tahunan yang lekat dengan perayaan Imlek tersebut digelar selama sepekan penuh, sekaligus menandai pengakuan nasional setelah resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Pengakuan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Pariwisata Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026 yang ditetapkan pada 12 Januari 2026.
Status KEN menempatkan Festival Perang Air sebagai salah satu event unggulan nasional yang dinilai memiliki kekuatan budaya, keunikan atraksi, serta potensi besar mendongkrak kunjungan wisata.
Berbeda dari sekadar pesta rakyat, Festival Perang Air merupakan tradisi permainan air massal yang digelar di ruas-ruas jalan utama Kota Selatpanjang.
Ribuan warga dan wisatawan saling menyiram air dalam suasana penuh kegembiraan, menjadikannya simbol kebersamaan lintas etnis dan generasi.
Berdasarkan jadwal panitia, Festival Perang Air Selatpanjang 2026 akan berlangsung pada 17–22 Februari 2026.
Sejumlah agenda pendukung turut disiapkan untuk memperkaya pengalaman wisatawan, di antaranya:
- Perang Air Night Carnival: 20–22 Februari 2026, mulai pukul 21.30 WIB
- Bazar Kuliner: 17–22 Februari 2026
- Seribu Cangkir Kopi: 21 Februari 2026, mulai pukul 22.00 WIB
- Photography Contest: 17–20 Februari 2026
Rangkaian ini dirancang untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kepulauan Meranti, Syaiful menegaskan, masuknya Festival Perang Air ke KEN 2026 menjadi momentum penting bagi promosi pariwisata daerah.
“Event ini bukan sekadar hiburan, tetapi sudah menjadi identitas budaya masyarakat Selatpanjang. Masuk Karisma Event Nusantara berarti tradisi kita dinilai memiliki daya tarik nasional,” ujar Syaiful.
Ia menambahkan, status KEN membuka peluang kehadiran wisatawan dari berbagai provinsi bahkan mancanegara.
Karena itu, pemerintah daerah melakukan persiapan menyeluruh, mulai dari aspek teknis pelaksanaan hingga peningkatan layanan publik.
“Kami menyiapkan pengamanan, kebersihan, serta kenyamanan pengunjung agar wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik selama berada di Selatpanjang,” pungkasnya.
Festival Perang Air kini diposisikan bukan hanya sebagai agenda seremonial, tetapi bagian dari strategi pariwisata berkelanjutan Kepulauan Meranti.