KAMPAR – Memasuki bulan suci Ramadan, dinamika lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Riau cenderung meningkat, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Antrean panjang, cuaca yang berubah-ubah, hingga dorongan untuk segera tiba di rumah kerap menjadi pemicu ketegangan di jalan raya.
Melihat fenomena tersebut, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau kembali mengintensifkan kampanye keselamatan berkendara.
Edukasi yang diberikan tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga pengendalian emosi sebagai fondasi utama keselamatan.
Instruktur Safety Riding Honda PT CDN, Rama Dhandyano menegaskan, keselamatan berkendara dimulai dari penguasaan diri.
“Keselamatan jauh lebih mahal daripada sekadar memenangkan adu mulut atau adu cepat di lampu merah. Jadikan momen menjelang Ramadan ini sebagai ajang pemanasan untuk menjadi pribadi yang lebih sabar,” ujar Rama.
Ia menambahkan, kampanye 'Cari Aman' yang digaungkan Honda tidak sebatas penggunaan helm dan jaket pelindung.
“Cari Aman bukan cuma soal helm dan jaket, tapi soal hati yang tetap tenang meski jalanan sedang panas,” tegasnya.
Secara psikologis, emosi merupakan respons cepat dan intuitif terhadap situasi tertentu.
Dalam konteks berkendara, respons ini sering kali muncul tanpa proses pertimbangan yang matang.
Ketidaksabaran dapat memengaruhi fokus, cara membaca situasi jalan, hingga mendorong pengendara mengambil keputusan berisiko.
Di momen Ramadan, kondisi fisik yang lelah dan rasa haus dapat mempercepat munculnya reaksi emosional. Jika tidak dikelola dengan baik, potensi konflik dan kecelakaan pun meningkat.
PT CDN merangkum sejumlah langkah praktis yang dapat diterapkan pengendara selama Ramadan:
1. Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan
Mengikuti pelatihan safety riding, berbagi pengalaman berkendara, hingga memanfaatkan Honda Riding Trainer di dealer resmi Honda dapat membantu meningkatkan kesiapan mental dan teknis di jalan.
2. Kelola Waktu dengan Disiplin
Rasa terburu-buru sering menjadi pemicu utama emosi. Berangkat 15–20 menit lebih awal dapat mengurangi tekanan waktu, terutama pada jam sibuk menjelang berbuka puasa.
3. Bangun Empati di Jalan Raya
Menyadari bahwa pengendara lain juga sedang menjalani ibadah puasa membantu membentuk sikap saling memahami. Pendekatan rasional dan objektif terhadap situasi di jalan menjadi kunci meredam konflik.
4. Terapkan Self Talk Positif
Self talk atau dialog internal berperan besar dalam membentuk respons perilaku. Mengingatkan diri sendiri untuk tetap tenang dan bertanggung jawab dapat mencegah tindakan impulsif yang membahayakan.
Ramadan seharusnya menjadi momentum memperkuat kesabaran dan pengendalian diri, termasuk saat berada di balik kemudi.
Edukasi yang digencarkan PT Capella Dinamik Nusantara diharapkan mampu menekan potensi risiko kecelakaan akibat faktor emosional.(rilis)