JAKARTA - Wacana perubahan format MotoGP kembali mencuat. Bos Trackhouse Racing, Davide Brivio, mengusulkan pemisahan sesi kualifikasi antara sprint race dan balapan utama demi meningkatkan kualitas persaingan di lintasan.
Sejak sprint race resmi diterapkan pada musim MotoGP 2023 silam, format kualifikasi dinilai belum mengalami penyesuaian signifikan.
Hingga kini, pebalap hanya menjalani satu sesi kualifikasi yang menentukan posisi start untuk dua balapan sekaligus, baik sprint race maupun grand prix utama.
Kondisi tersebut dinilai menimbulkan ketimpangan. Satu hasil kualifikasi yang buruk berujung pada 'hukuman ganda', sementara hasil bagus memberikan keuntungan dua kali lipat.
Menurut Brivio, situasi ini menambah tekanan berlebihan dan mengurangi dinamika persaingan sepanjang akhir pekan balapan.
“Dari sudut pandang olahraga, persaingan MotoGP sebenarnya sudah sangat baik. Namun tentu selalu ada ruang untuk membuatnya lebih menarik,” kata Davide Brivio.
Mantan bos Yamaha, Suzuki, hingga tim Formula 1 Alpine itu menilai perubahan format kualifikasi bisa menjadi solusi konkret.
Ia mengusulkan adanya dua sesi kualifikasi terpisah, masing-masing untuk sprint race dan balapan utama.
“Secara pribadi, saya akan membagi kualifikasi. Satu kualifikasi khusus untuk sprint race dan satu lagi untuk balapan grand prix,” ujarnya.
Brivio mengakui, usulan tersebut berpotensi membuat jadwal MotoGP semakin padat. Namun, ia menilai dampak positifnya jauh lebih besar bagi kualitas kompetisi.
“Memang akan sulit menyesuaikan jadwal, tetapi jika memungkinkan, saya akan melakukannya. Pebalap seharusnya tidak mempertaruhkan seluruh akhir pekan hanya dari satu sesi di Jumat siang,” tegasnya.
Usulan ini dinilai sejalan dengan semangat MotoGP modern yang mengedepankan hiburan dan kompetisi ketat.
Jika diterapkan, pemisahan kualifikasi diyakini dapat membuka peluang lebih besar bagi kejutan, meningkatkan strategi tim, serta menjaga tensi balapan hingga hari Minggu.