PEKANBARU - Laga kontra Adhyaksa FC Banten di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Jumat (23/1/2026) malam, menjadi ujian sesungguhnya bagi pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, dalam membuktikan efektivitas komposisi baru tim Askar Bertuah.
Setelah sukses memetik kemenangan 2-0 atas Persikat Tegal pada laga sebelumnya, PSPS kini dihadapkan pada tantangan jauh lebih berat.
Adhyaksa FC Banten saat ini bercokol di peringkat kedua klasemen sementara Liga 2 Pegadaian dengan koleksi 29 poin, sementara PSPS masih tertahan di posisi delapan dengan 20 poin.
Tak hanya soal jarak klasemen, laga ini juga menyimpan memori pahit bagi PSPS. Pada pertemuan putaran pertama lalu, skuad Askar Bertuah harus mengakui keunggulan Adhyaksa FC Banten dengan skor telak 7-3.
Pertandingan malam ini pun dibaca sebagai misi pembuktian sekaligus momentum kebangkitan PSPS di hadapan pendukung sendiri.
Aji Santoso menilai kemenangan atas Persikat menjadi suntikan moral penting, terlebih dengan tampilnya sejumlah pemain asing dan lokal anyar yang mulai menyatu dengan permainan tim.
“Kita tahu lawan juga memiliki kualitas pemain yang cukup bagus dengan penambahan beberapa pemain, termasuk Beto Goncalves. Namun kita bermain di kandang, tentu peluang untuk menang lebih besar, apalagi disaksikan ribuan penonton,” ujar Aji Santoso.
Ia menegaskan, fokus dan disiplin menjadi kunci utama menghadapi tim papan atas seperti Adhyaksa FC Banten.
“Oleh sebab itu, pemain yang diturunkan harus fokus dan bermain maksimal. Mudah-mudahan kita diberikan kemenangan dan bisa meraih poin penuh,” tambahnya.
Aji Santoso tidak menampik kekuatan lini depan Adhyaksa FC Banten yang dihuni nama-nama berpengalaman seperti Beto Goncalves, Ardilson, dan Konate.
Meski demikian, PSPS diklaim telah menyiapkan skema khusus untuk meredam agresivitas lawan.
“Saya melihat ada sedikit celah yang bisa kita manfaatkan, tapi tentu tidak mungkin saya sampaikan di sini. Itu sudah saya komunikasikan ke pemain sebagai bagian dari strategi,” sebutnya.
Menariknya, duel ini juga mempertemukan PSPS dengan Ade Suhendra, pelatih Adhyaksa FC Banten yang merupakan mantan pemain PSPS Pekanbaru sekaligus putra daerah Riau.
Ade menegaskan timnya datang ke Pekanbaru dengan persiapan matang.
“Yang jelas, kami akan mencoba bermain sebaik mungkin untuk mendapatkan poin, baik satu maupun tiga poin. PSPS sekarang sudah banyak berubah dan kami harus mengantisipasi itu,” ujar Ade Suhendra.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat dan menjadi salah satu laga krusial dalam persaingan papan tengah dan atas Liga 2 Pegadaian musim ini.